Press "Enter" to skip to content

Ada Subak di Google Doodle Hari Ini, Yuk Kenali Lebih Dekat

Google Doodle punya sesuatu yang menarik hari ini. Ketika kamu melakukan pencarian di mesin pencari Google, kamu akan melihat Google Doodle merayakan subak Bali. Apa itu subak? Apakah subak sesederhana konsep irigasi untuk mengairi sawah?

Ternyata subak tak sesederhana itu ya. Lebih jauh dan lebih kompleks. Komponen-komponen subak adalah meliputi hutan yang melindungi pasokan air, lanskap sawah yang berundak-undak/bertingkat/terasering, sawah yang terhubung dengan sebuah sistem kanal, terowongan dan bendungan, desa, serta pura dengan berbagai ukuran.

Subak juga merupakan organisasi yang dimiliki oleh masyarakat petani Bali yang khusus mengatur mengenai manajemen atau sistem pengairan/irigasi sawar secara tradisional. Tahukah kamu bahwa sistem subak merupakan manifestasi dari konsep Tri Hita Kirana, yaitu tiga penyebab terciptaanya kebahagiaan dan kesejahteraan.

Dalam konsep agama Hindu Bali, seperti dilansir dari situs resmi pemerintahan Buleleng, ketiga penyebab itu adalah: parahyangan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan; kedua, pawongan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dan sesama; dan ketiga, palemahan, yaitu hubungan yang harmonis antara manusia dan alam sekitarnya.

Kata Subak pertama kali disebut dalam prasasti Pandak Bandung yang berangka tahun 1072M. Subak bisa bertahan begitu lama karena masyarakat Bali yang sangat taat pada tradisi. Pembagian air dilakukan secara adil dan merata. Segala masalah dibicarakan dan dipecahkan bersama, bahkan penetapan waktu menanam dan penentuan jenis padi yang ditanam pun dilakukan bersama. Sanksi pelanggan akan dimusyawarahkan melalui upacara atau ritual di pura.

Kalau diperhatikan, Subak juga merupakan gambaran sistem organisasi yang meliputi krama subak, yaitu petani yang memiliki garapan dan mendapatkan air. Anggota ini ada yang aktif dan ada juga yang pasif. Di dalam organisasi ini ada juga kepala subak, wakil, sekretaris, bendagara dan sebagainya. Di dalam subak juga dibagi dalam kelompok-kelompok dengan tugas berbeda-beda, misalnya yang mengatur pengolahan tanah, pengelolaan air, pengawasan air dari pencurian, menyiangi padi, pengangkutan padi, dan sebagainya.

Sebagai produk budaya, subak sudah mendapat pengakuan dunia. UNESCO telah menetapkan subak sebagai warisan budaya dunia pada 2012.

Subak di Bali sendiri memiliki total luas 20.000 hektare, tersebar di Badung, Bangli, Buleleng, Gianyar, dan Tabanan. Tapi lokasi subak yang mendapat predikat warisan budaya dunia adalah: Pura Ulun Danu Batur di ujung danau Batur yang merupakan pura air utama (water temple) sebagai sumber dari setiap mata air dan sungai; lalu subak di Daerah Aliran Sungai (DAS) Pakerisan, yang diketahui sebagai sistem irigasi yang tertua di Bali; subak Catur Angga Batukaru, objek wisata persawahan berundak-undak (terasering) Jatiluwih merupakan salah satu dari bagiannya; Pura Taman ayun, merupakan pura air yang paling besar;

Kalau kamu mau mempelajari lebih jauh mengenai subak, di Kabupaten Tabanan ada Museum Subak.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: