Press "Enter" to skip to content
Orcaella brevirostris atau dikenal pula sebagai pesut mahakam di Indonesia. (dok.Stefan Brending / Lizenz)

Kemunculan Pesut Mahakam, Mengapa Jadi Fenomenal?

Baru-baru ini ada yang merekam kemunculan beberapa ekor pesut mahakam di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur, tepatnya di sekitar Muara Kaman, Kutai Kertanegara. Video yang kemudian viral itu banyak menarik perhatian orang. Mungkinkah sudah tak banyak lagi orang yang pernah melihat satwa asli dari Sungai Mahakam itu?

Pesut mahakam dikenal pula dengan nama irrawaddy dolphin dan memiliki nama latin Orcaella brevirostris. Peneliti mamalia laut di Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia (LIPI), Sekar Mira, menuturkan, seharusnya kemunculan satwa itu di Mahakam tidaklah aneh. Sebab sungai itu adalah habitat aslinya. Tapi kemunculan itu menjadi menarik sebab memang hewan itu kian langka.

Populasi yang kian sedikit pada akhirnya membuat banyak orang mungkin belum pernah melihat pesut, khususnya warga sekitar Mahakam. “Sebenarnya pesut ini menyukai habitat di daerah pesisir dan daerah sungai. Kemungkinan besar masyarakat menganggap bahwa kejadian ini langka karena semakin terancamnya populasi hewan itu di sekitar Sungai Mahakam itu sendiri,” kata Mira, dalam keterangan resmi.

Pesut mahakam termasuk ke dalam ordo Cetacea dan famili Delphinidae. Saat ini, pesut di sekitar sungai Mahakam dan pesisir wilayah Kalimantan Timur memiliki semacam kelompok atau terpisah teritorialnya. Selain di sungai Mahakam, hewan ini masih bisa dijumpai di perairan sekitar wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Jawa, Sumatera dan Papua.

Pesut sudah terancam punah. Menurut catatan International Union of Conservation Nature and Natural Resources (IUCN), posisi pesut saat ini adalah sebagai critically endangered species. Artinya sangat terancam punah. Angka populasi pesut mahakam di alam bebas sudah sulit dipertahankan. Para peneliti saat ini sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk mempelajari adanya pengaruh signifikan pada perubahan tingkah laku dan pergeseran habitat di sungai Mahakam.

Soalnya, aktivitas pengangkutan tambang maupun perairan di hulu Mahakam diduga telah menyebabkan pergeseran habitat pesut. Peningkatan volume limbah di sekitar habitatnya juga mengancam populasi mereka. “Ada pesut yang mati terdampar ketika diotopsi ternyata ada popok anak yang memblok saluran cernanya, parahnya popok makin terisi air makin besar dan menyumbat,” ungkap Mira prihatin.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: