Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi ledakan (dok. OpenClipart-Vectors from Pixabay)

Amonium Nitrat Ledakkan Beirut, Mengapa Sangat Eksplosif?

Ledakan di sebuah pelabuhan di Beirut, Lebanon, telah menimbulkan korban jiwa yang besar. Sebanyak 100 orang tewas dan setidaknya 4.000 orang terluka. Penyebabnya diduga berasal dari timbunan amonium nitrat. Ledakan pertama memicu kobaran api dan ledakan kedua menyebabkan awan jamur di langit dan mengirimkan gelombang kejut ke berbagai arah di kota itu, menyebabkan kerusakan dan korban berjatuhan di mana-mana.

Apa itu amonium nitrat dan mengapa bisa menyebabkan ledakan dahsyat? Dilansir dari Live Science, amonium nitrat, yang merupakan bahan pembuat pupuk dan bom, adalah garam campuran dari amonium dan nitric acid, serta sangat eksplosif. Semakin tinggi kandungan amonium nitrat atau NH4-NO3 makin besar daya ledaknya. Kabarnya banyak sekali amonium nitrat yang disimpan di pelabuhan itu. Mengutip Washington Post, Perdana Menteri Lebanon Hassan Diab mengatakan ada sekitar 2.700 metrik ton atau lebih dari 2.900 ton amonium nitrat yang disimpan di sana sejak 2014.

Amonium nitrat biasanya ditambahkan untuk meningkatkan konten nitrogen pada pupuk. Biasanya ia relatif stabil pada banyak kondisi dan biaya manufakturnya murah. Ini membuat amonium nitrat adalah sumber nitrogen yang populer dan terjangkau.

Tapi amonium nitrat punya kemampuan mematikan. Komponennya termasuk oxidizer, artinya berada pada level atomik. Ia dapat melepaskan elektron dari substansi lain pada sebuah reaksi kimia. Secara praktis, maksudnya begini, amonium nitrat bisa meningkatkan daya bakar pada sebuah bahan bakar dengan meningkatkan kadar oksigen yang ada pada bahan bakar itu. Untuk memulai reaksinya, amonium nitrat harus kontak dengan api atau sumber pembakaran lain. Pada kejadian di Beirut, pemicunya adalah petasan/kembang api.

Begitu reaksi memercikkan api, amonium nitrat langsung meledak. Daya eksplosif muncul ketika amonium nitrat padat mengurai dengan cepat menjadi dua gas: nitrous oksida dan uap air.

Ledakan di Beirut memicu gelombang kejut yang melanda kota, menyebabkan kehancuran yang menurut saksi mata, seperti dampak bom nuklir di Hiroshima. Mengutip kantor berita AP, awan jamur yang membubung ke angkasa terkait dengan gas nitrogen dioksida beracun yang terbentuk setelah ledakan.

Ini bukan kali pertama amonium nitrat menyebabkan ledakan mematikan. Dalam sejarah, ledakan serupa pernah terjadi di sebuah pelabuhan di Texas pada 1947. Bermula dari puntung rokok memicu api di sebuah kapal yang mengangkut 2.300 ton amonium nitrat yang dibungkus kertas. Ledakan yang terjadi bahkan dapat menjatuhkan orang di Galveston, Texas, yang jauhnya 16 km.

Ledakan itu juga menyebabkan reaksi berantai pada kapal di dekatnya, yang juga membawa amonium nitrat, sehingga ledakan kembali terjadi dan membakar tanki bahan kimia serta fasilitas penyulingan minyak di dekat pelabuhan. Korban jiwa mencapai 581 orang tewas.

Pupuk juga bisa jadi bencana. Pupuk yang dikemas di dalam truk sewaan diledakkan oleh teroris Timothy McVeigh dan Terry Nichols untuk membunuh 168 orang di bangunan federal Alfred P. Murrah di Oklahoma City, tahun 1995.

Sedangkan amonium nitrat lainnya digunakan pada pengeboman klub malam di Bali yang menewaskan 204 orang tahun 2002 dan bom di Oslo oleh Anders Behring Breivik yang menewaskan delapan orang, pada 2011.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: