Press "Enter" to skip to content
Salju (dok. Pexels/Pixabay)

Mengapa Salju Berwarna Putih tapi Es Batu Bening Transparan

Salju dan es batu yang dibekukan sama-sama memiliki partikel air (H2O), tapi mengapa es batu bening dan transparan sedangkan salju berwarna putih? Mengapa H2O yang merupakan subtansi yang transparan bisa bertransformasi jadi putih?

Kenneth Libbrecht, profesor fisika dari California Institute of Technology, menjelaskan dengan sebuah analogi sederhana. “Bila kamu mengambil sepotong kaca, contohnya jendela kaca yang jernih, lalu kamu gempur dengan palu sehingga hancur menjadi kepingan-kepingan kecil, sekarang kaca itu berubah warna menjadi putih,” tutur dia kepada Live Science.

Kuncinya adalah bagaimana cahaya berinteraksi dengan satu permukaan tunggal seperti jendela kaca versus permukaan multi-facet, seperti pecahan kaca. Begitulah yang terjadi pada salju.

Berdasarkan sains mengenai optik, ketika cahaya mengenai sebuah objek, cahaya bisa diteruskan, diserap, atau dipantulkan. Nah, ketika cahaya mengenai permukaan yang datar dan halus seperti kaca atau es, sinarnya akan langsung menembus tanpa gangguan. Dan karena mata kita hanya melihat objek dengan memproses gelombang cahaya yang dipantulkan atau diserap oleh suatu objek, maka kita melihat kaca dan es itu transparan dan jernih.

Tetapi dalam kasus kaca yang pecah, permukaan kepingan-kepingan kaca itu tidak rata. Ketika cahaya mengenai permukaan yang tidak rata begitu, ia akan dipantulkan atau menyebar ke segala arah. Begitu juga salju.

University Corporation for Atmospheric Research menyatakan salju terdiri dari ratusan kristal es yang sangat kecil dengan berbagai bentuk dan struktur. Karena cahaya yang mengenai pecahan kaca atau kepingan salju dipantulkan kembali secara merata, sinar ini mencakup semua warna komposit panjang gelombang cahaya tampak (yaitu warna merah, oranye, kuning, hijau, biru, indigo, dan ungu), yang secara bersama-sama akan terlihat putih. Inilah sebabnya mata kita “melihat” warna putih saat kita melihat salju.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: