Press "Enter" to skip to content

Kerang Unik dari Pulau Kapotar

Pulau Kapotar merupakan pulau kecil memanjang di Kepulauan Moora, kawasan Teluk Cendrawasih, Nabire, Papua. Karena bentuknya yang memanjang, pulau ini sering disebut dengan Pulau Panjang. Di pulau ini terdapat sejenis kerang yang unik lagi menarik.

Sekeliling Pulau Kapotar, pantainya berpasir putih dan banyak ditumbuhi pohon kelapa.

Pulau Kapotar sangat unik, walaupun kecil tetapi terdapat Telaga Mambekora pada bagian barat daya pulau ini. Telaga Mambekora berair asin. Untuk mencapai telaga ini yaitu dari tepi pantai menyusuri jalan setapak di dalam kebun kelapa sejauh sekitar 100 meter.

Telaga ini berair jernih, bagian tepinya dibatasi oleh batu karang dan ditumbuhi pepohonan. Telaga Mambekora mempunyai biota endemik yaitu kerang yang menempel pada dinding karang atau menempel pada kayu, sepintas bentuknya jelek tidak menarik. Tetapi jangan salah, rasanya sangat enak gurih.

Jenis kerang ini tidak ditemukan di tempat lain, hanya dijumpai di Telaga Mambekora saja. Tinggi permukaan air Telaga Mambekora mengikuti pasang surut air laut. Saat permukaan air telaga menurun, mama-mama dari Pulau Mambor akan mencari kerang ini, mereka menyebut kerang ini dengan nama tatoiri.

Pulau Mambor terletak di sebelah selatan Pulau Kapotar. Cara memasaknya sangat unik, setelah dibersihkan dengan air laut, kemudian disiram dengan air panas. Didiamkan sebentar, kemudian langsung bisa dinikmati. 

Untuk membuka cangkang kerang yang agak keras maka digunakan pisau kecil. Namun kerang tatoiri bukanlah lauk utama, tetapi hanyalah sekedar makanan selingan. Kerang tatoiri bagi warga Mambor dianggap sebagai snack atau makanan ringan, tentu saja lebih menyehatkan karena tidak memakai bumbu penyedap dan bahan pengawet.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: