Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi pembuluh darah (Foto: Paul McManus/Pixabay)

Manusia Belum Berhenti Berevolusi, Ini Buktinya

Apakah manusia sudah berhenti berevolusi? Jawabannya jelas tidak. Banyak orang berspekulasi mengenai evolusi spesies kita dengan membayangkan manusia masa depan dengan tinggi badan, ukuran otak, atau warna kulit yang berbeda dengan manusia sekarang.

Tapi tak usah deh jauh-jauh. Saat ini pun sudah ada bukti bahwa spesies kita masih berevolusi, seperti dilansir oleh Science Alert. Salah satunya bisa dilihat pada arteri ekstra yang ada di tangan kita.

Arteri ekstra adalah arteri median yang pertama kali terbentuk saat kita masih ada di dalam kandungan ibu. Fungsi arteri ekstra adalah sebagai pembuluh utama yang memasok darah ke lengan dan tangan.

Penelitian dari Flinders University dan University of Adelaide di Australia mendapati bahwa hilangnya arteri ekstra tak sebanyak dulu. Artinya, semakin banyak orang dewasa yang memiliki arteri ekstra yang lebih banyak di pergelangan tangan mereka.

“Sejak abad ke-18, ahli anatomi telah mempelajari prevalensi arteri ini pada orang dewasa dan penelitian kami menunjukkan peningkatan yang jelas,” kata Teghan Lucas, ahli anatomi dari Universitas Flinders.”Prevalensinya sekitar 10 persen pada orang yang lahir pada pertengahan tahun 1880-an dibandingkan dengan 30 persen pada mereka yang lahir pada akhir abad ke-20, jadi itu adalah peningkatan yang signifikan dalam waktu yang cukup singkat, dalam hal evolusi.”

Pada semua manusia arteri median terbentuk cukup awal dalam perkembangan semua manusia. Tugasnya mengangkut darah ke tengah lengan kita untuk memberi makan tangan kita yang sedang tumbuh.

Pada saat usia kita sekitar delapan minggu, biasanya arteri ini mengalami regresi.Tugasnya diambil alih oleh dua pembuluh darah lain, yaitu radial (yang bisa kita rasakan ketika kita mengambil denyut nadi seseorang) dan arteri ulnaris. Tapi tidak semua begitu. Ada arteri median yang bertahan sampai satu bulan atau lebih.

Kadang-kadang, ada juga yang lahir dengan kondisi arteri median masih bekerja memberi makan lengan bawah dan atas.

Lucas dan timnya melakukan penelitian terhadap jenazah orang Australia keturunan Eropa yang lahir pada paruh pertama abad ke-20 dan membandingkannya dengan catatan dari berbagai literatur. Mereka mendapati keberadaan arteri median pada manusia saat ini ternyata tiga kali lebih banyak dibandingkan 100 tahun lalu.

“Seleksi alam ternyata lebih menyukai mereka yang mempertahankan lebih banyak arteri median ini,” tutur Lucas dalam penelitiannya yang dipublikasikan di Journal of Anatomy.. “Peningkatan ini mungkin hasil dari mutasi gen saat arteri median berkembang atau masalah kesehatan yang timbul saat kehamilan, atau bisa kedua-duanya.”

Apa manfaat lebih banyak arteri median di tangan kita? Lucas mengatakan kita mungkin memiliki jari-jari yang lebih tangkas atau lengan bawah yang lebih kuat. Tapi kita juga berisiko mengalami sebaliknya karena lebih banyak arteri median membuat kita lebih berisiko mengalami sindrom terowongan karpal, suatu kondisi tidak nyaman yang membuat kita kurang dapat menggunakan tangan.

“Jika tren ini berlanjut, mayoritas orang akan memiliki arteri median lengan bawah pada tahun 2100,” kata Lucas.

Peningkatan pesat arteri median pada orang dewasa ini persis kemunculan kembali tulang lutut yang disebut fabella, yang juga tiga kali lebih umum saat ini daripada seabad yang lalu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: