Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi jamu (foto: Daria Shevtsova/Pexels)

Riwayat Jamu yang Eksis Sejak Masa Jawa Kuno

Jamu adalah minuman kesehatan tradisional khas Indonesia. Tidak hanya itu, jamu adalah kearifan lokal yang berkembang di masyarakat sejak lama. Tahukah kamu, keberadaan jamu bisa dilacak jauh sampai ke masa Jawa kuno?

Jamu berasal dari kata “Djampi” yang berarti penyembuhan menggunakan ramuan obat, doa, atau aji-aji, dan kata “Oesodho” yang berarti kesehatan.

Penelitian dari Jurusan Sejarah di Universitas Negeri Surabaya mencatat bahwa catatan sejarah mengenai jamu bisa dilacak dari masa Hindu-Buddha melalui berbagai bukti sejarah, antara lain relief di Candi Borobudur, sampai ke masa Kerajaan Majapahit di Jawa Timur melalui sebuah prasasti Madhawapura.

Selain prasasti itu, cerita tentang jamu juga bisa ditemukan di relief candi Surowono, Candi Rimbi, dan kutipan dari Korawacrama.

Menurut para peneliti, olahan jamu yang dibawa pedagang jamu gendong masa kini adalah representasi dari lambang kerajaan Majapahit yaitu Surya Majapahit. Ini menunjukkan 8 jenis jamu yang diperjualbelikan dan memiliki makna tersendiri, yaitu kunyit asam, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, uyup-uyup, dan sinom,

“Yang bermakna kehidupan sehari-hari yang dimulai dari rasa manis-asam, lalu sedikit pedas hangat, pedas-pahit, rasa tawar, dan diakhiri dengan rasa manis kembali,” demikian penulis studi itu di dalam jurnal Avatara.

Tanaman yang digunakan sebagai bahan jamu pada masa Majapahit adalah: jahe, kunyit, kencur, lempuyang, temu kunci, lengkuas, temu giring, sirih, kangkung, pandan, puring, kayu manis, pulosari, pule, mengkudu, kelapa, jeruk nipis, belimbing wuluh, kapulaga, maja, asam, pinang, kapur barus, kecubung, pala, adas, aren, dan sambiloto.

Teknik pembuatan jamu terdiri dari lima macam yaitu: dipipis lalu diborehkan atau diminum, direbus kemudian diminum, dibakar kemudian diboreh atau diminum, dikunyah kemudian dioles atau disemburkan, dan diulek kemudian diborehkan atau diminum. Alat yang digunakan pada masa itu adalah pipisan, gandik, alu, lumpang, tungku atau anglo, dan wadah untuk meletakkan jamu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: