Press "Enter" to skip to content
Pohon manchineel (Dok. commons.wikimedia.org/Hans Hillewaert)

Hujan, Awas Jangan Neduh di Bawah Pohon Ini

Kalau bepergian, jangan asal neduh di bawah pohon apalagi main makan buahnya, walau sepintas terlihat enak, kalau kamu belum mengenalinya. Pada 1999, ahli radiologi Nicola Strickland pergi berlibur ke pulau Karibia Tobago, surga tropis lengkap dengan pantai yang indah. Pada hari pertama, dia mencari kerang dan karang di pasir putih. Tapi sejurus kemudian, liburan berubah bencana.

Di pantai, Strickland dan temannya menemukan buah hijau beraroma manis yang bertebaran di antara pohon kelapa dan mangga. Tanpa pikir panjang, kedua orang itu memutuskan untuk menggigit. Tak berapa lama rasa manis berubah jadi rasa pedas, rasa terbakar dan sesak di tenggorokan yang bertahap semakin memburuk. Kedua perempuan itu kesulitan menelan.

Belakangan diketahui bahwa buah itu adalah buah dari pohon manchineel (Hippomane mancinella). Kadang disebut ‘Apel pantai’ atau ‘jambu beracun’. Tanaman ini endemik di kawasan tropis Amerika Utara dan Amerika Tengah, Karibia, dan sebagian wilayah utara Amerika Selatan.

Dalam bahasa Spanyol, tanaman ini dinamai ‘arbol de la muerte’ yang secara literal berarti “pohon kematian”. Menurut catatan Guinness World Records, sebagaimana dilansir oleh Science Alert, pohon manchineel adalah pohon paling berbahaya di dunia.

Sebagaimana dijelaskan oleh Florida Institute of Food and Agricultural Sciences, seluruh bagian pohon manchineel sangat beracun dan berinteraksi serta menelan bagian mana pun dari pohon ini bisa berujung kematian.

Manchineel termasuk ke dalam genus Euphorbia, termasuk di dalamnya pohon yang biasa digunakan sebagai hiasan natal, yaitu poinsettia.

Pohon itu menghasilkan getah kental seperti susu, yang merembes keluar dari kulit kayu, daun, dan bahkan buahnya. Kalau kena kulitmu, getah ini bisa menyebabkan lecet parah seperti luka bakar. Sebab getah ini mengandung berbagai racun. Diperkirakan bahwa reaksi paling serius berasal dari phorbol, senyawa organik yang termasuk dalam familia diterpen dalam ester.

Karena phorbol sangat larut dalam air, kamu bahkan sebaiknya tidak berdiri di bawah pohon manchineel saat hujan. Sebab tetesan air hujan yang membawa getah encer masih bisa membakar kulitmu.

Karena sifat-sifat yang mengerikan ini, di beberapa tempat, pohon ini ditandai dengan jelas supaya tidak ada yang celaka karenanya. Ada yang dicat dengan palang merah, diberi tanda lingkaran cat merah, atau diberikan tanda peringatan yang eksplisit.

Kalau begitu kenapa nggak ditebang dan dibakar saja itu pohon? Tak sesederhana itu ferguso. Sebab pohon ini tetap memainkan peran penting dalam ekosistem. Sebagai pohon semak besar, manchineel tumbuh menjadi penahan angin yang sangat baik, dan memberi perlindungan dari erosi pantai.

Lagian, menebang dan membakar pohon ini juga berbahaya kok. Sudah ada beberapa kasus orang yang mengalami radang di mata dan kadang mengalami buta temporer karena terkena asap pembakaran.

Pohon ini juga bisa kok dijadikan perabotan, asal diolah dengan baik untuk menghilangkan unsur berbahaya di dalamnya. Itulah yang dilakukan oleh tukang kayu Karibia selama berabad-abad.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: