Press "Enter" to skip to content
Otot rahang yang baru ditemukan. (foto: Jens. C. Türp, University of Basel/UZB)

Ilmuwan Temukan Bagian Tubuh Manusia yang Baru

Jangan mengira bagian tubuh manusia sudah seluruhnya kita kenal. Ternyata ada bagian tubuh manusia yang belum pernah dideskripsikan oleh ahli anatomi. Bagian tubuh ini adalah sebuah layer otot di masseter, otot yang berperan untuk mengunyah.

Buku anatomi selama ini mendeskripsikan otot masseter memiliki dua layer, satu layer dalam dan satu lagi layer yang disebut layer superficial. Namun, ada sedikit teks sejarah yang menyebut tentang layer ketiga.

Untuk itulah peneliti mencoba memeriksa apakah otot masseter yang ada di rahang kita itu memang benar memiliki layer ketiga yang terletak di bagian dalam dan tersembunyi. Penelitian mereka diterbitkan di jurnal Annals of Anatomy edisi 2 Desember lalu.

Penelitian dilakukan terhadap 12 kepala mayat manusia yang telah diawetkan dalam formaldehida. Mereka juga mengambil CT scan dari 16 mayat “segar” dan meninjau scan MRI dari subjek yang hidup.

Melalui pemeriksaan ini, peneliti berhasil mengidentifikasi layer ketiga otot masseter. Lapisan yang dalam ini membentang dari proses zygomatic, yaitu proyeksi tulang yang membentuk bagian dari tulang pipi dan dapat dirasakan tepat di depan telinga, hingga ke proses coronoid, yaitu proyeksi segitiga pada tulang rahang bawah.

“Bagian dalam dari otot masseter ini jelas dapat dibedakan dari dua layer lainnya dalam hal jalur dan fungsinya,” kata penulis studi itu, Szilvia Mezey, seorang dosen senior di Departemen Biomedis di University of Basel di Swiss.

Berdasarkan susunan serat otot, layer ketiga ini kemungkinan membantu menstabilkan rahang bawah dengan “mengangkat dan menarik kembali” proses coronoid. Faktanya, layer otot yang baru ditemukan adalah satu-satunya bagian dari masseter yang dapat menarik tulang rahang ke belakang.

Peneliti mengusulkan layer otot yang baru ditemukan diberi nama Musculus masseter pars coronidea yang berarti “bagian koronoid dari masseter.” Penemuan ini mungkin penting dalam konteks klinis, karena mengetahui tentang lapisan otot dapat membantu dokter untuk melakukan operasi dengan lebih baik di wilayah rahang itu dan merawat masalah sendi yang menghubungkan tulang rahang dengan tengkorak dengan lebih baik.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: