Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi jubah ajaib Harry Potter temuan (Foto: Kickstarter/Invisible Shield co)

Menciptakan Jubah Tembus Pandang Harry Potter

Kalau kalian suka menonton film atau membaca novel Harry Potter, pasti tahu jubah tembus pandang yang dipakai penyihir itu untuk bersembunyi, bukan? Baru-baru ini ilmuwan berhasil mengembangkan jubah tembus pandang itu dengan proses pembuatan yang lebih gampang, skalabel, dan efisien.

Bukan kali pertama jubah tembus pandang itu tercipta. Tapi yang satu ini diklaim lebih baik karena benar-benar berfungsi sempurna.

‘Jubah’ tembus pandang ini dirancang oleh sebuah start-up asal Inggris bernama Invisibility Shield Co. Sejatinya itu adalah sebuah perisai tembus pandang yang menggunakan kamera yang disusun sedemikian rupa untuk merefleksikan cahaya, dan rendering benda atau orang yang bersembunyi di baliknya sehingga menjadi invisible alias tidak kelihatan.

Sejauh ini perusahaan itu sudah membuat 25 perisai yang berfungsi sepenuhnya.

“Setelah sempat mandeg dan kegagalan demi kegagalan, kami memutuskan untuk melakukan peningkatan melewati banyak iterasi, dan menguji banyak material,” kata tim itu seperti dilansir Science Alert. “Namun dalam perjalanannya, kami berhasil mengembangkan proses manufaktur yang andal, terukur, dan efisien serta menciptakan apa yang kami yakini sebagai pelindung tembus pandang terbaik yang pernah dibuat,” kata mereka lagi.

Perisai tembus pandang itu menggunakan susunan lensa khusus untuk mengarahkan sebagian besar cahaya yang dipantulkan dari objek atau orang yang bersembunyi di belakangnya menjauh dari pengamat, mengirimkannya ke samping melintasi bagian depan perisai lalu berbelok ke kiri dan kanan.

“Karena lensa dalam susunan ini berorientasi vertikal, strip cahaya berorientasi vertikal yang dipantulkan oleh subjek yang berdiri/berjongkok dengan cepat menjadi sangat berdifusi saat menyebar secara horizontal melewati bagian belakang pelindung,” tim itu menjelaskan.

Sebaliknya, cahaya yang dipantulkan dari latar belakang jauh lebih terang dan lebih lebar, jadi ketika melewati bagian belakang perisai, jauh lebih banyak dibiaskan baik melintasi perisai dan menuju mata pengamat. Artinya, dari perspektif pengamat, cahaya background seperti ‘dilumuri’ secara horizontal melintasi perisai, menghalangi area di mana subjek biasanya terlihat.

Untuk mengembangkan perisai, tim menguji berbagai bentuk lensa yang berbeda dengan berbagai sudut, kedalaman, profil, dan jarak pemisahan.Iterasi terakhir menampilkan lensa cembung memanjang yang disusun secara paralel melintasi lembaran polimer. Bahan yang digunakan untuk membuat perisai adalah bahan yang tahan lama, anti sinar UV, tahan suhu, yang biasanya digunakan untuk signage eksternal dan diaplikasikan untuk keperluan kelautan.

Perisai bekerja paling baik dengan latar belakang yang seragam, seperti rumput, dedaunan, pasir, dan langit.

Lantas berapa harganya? Ternyata tak mahal-mahal amat. Perisai tembus pandang kecil berukuran 12×8 inci saat ini dihargai sekitar Rp900 ribuan saja. Sedangkan yang berukuran penuh, yaitu 37×25 inci, dihargai sebesar Rp5,6jutaan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: