Press "Enter" to skip to content
Peradaban Sumeria seperti terlihat dari kuil anu ziggurat dan kuil putih di Uruk (Foto: commons.wikimedia.org/tobeytravels)

Benarkah Sumeria adalah Peradaban Tertua?

Sepanjang sejarah manusia ada banyak peradaban yang pernah eksis. Tapi peradaban mana yang tertua? Benarkah peradaban Sumeria adalah yang tertua, seperti diyakini sejak 30 tahun lalu?

Fase awal budaya Sumeria muncul pada 4000 SM di lokasi yang sekarang bagian dari Irak. Para arkeolog menyebut fase Sumeria paling awal sebagai periode Uruk menurut nama kota Uruk yang sama kunonya, berlokasi sekitar 80 kilometer di barat daya Irak, di mana banyak artefak Sumeria tertua ditemukan.

Bukti-bukti yang ditemukan selama beberapa dekade terakhir menunjukkan bangsa Sumeria bisa jadi bukanlah peradaban yang tertua.

Sebenarnya apa yang membentuk sebuah peradaban? Dilansir dari Live Science, secara umum sebuah budaya bisa disebut peradaban bila memenuhi beberapa syarat, khususnya yang terkait dengan urbanisme, yaitu adanya kota, irigasi, dan tulisan. Bangsa Sumeria memiliki ketiganya.

Lalu sekitar 2000 SM, peradaban Sumeria kemudian mengarah langsung ke peradaban Babilonia di Mesopotamia, yang terkenal dengan warisan matematikanya, seperti trigonometri dan bilangan prima, kuadrat dan kubus. Yakni konsep-konsep yang kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh orang Yunani kuno lebih dari 1.000 tahun kemudian.

Sejarawan Amerika Samuel Noah Kramer mengatakan bangsa Sumeria mungkin juga menciptakan agama dengan membangun kuil-kuil yang menjulang tinggi yang disebut ziggurats di kota-kota mereka dan mendirikan kasta-kasta imam yang dikhususkan untuk pemujaan ritual dewa-dewa tertentu.

Dewa yang paling kuat di panteon Sumeria yang luas tergantung pada tempat dan waktu: dewa langit Anu, misalnya, populer di Uruk awal, sedangkan dewa badai Enlil disembah di Sumeria. Inanna sang “Ratu Surga” mungkin awalnya adalah dewi kesuburan di Uruk; pemujaannya menyebar ke kota-kota Mesopotamia lainnya, di mana ia dikenal sebagai Ishtar, dan mungkin telah memengaruhi dewi-dewi peradaban selanjutnya, seperti Astarte di antara orang Het dan Aphrodite Yunani.

Bahkan ada ilmuwan yang menduga bahwa kisah Nuh dalam Alkitab Ibrani, yakni nabi yang membangun bahtera yang diisi dengan hewan untuk melestarikan keluarganya selama banjir besar, ada kaitan dengan kisah Epik Gilgames. Para arkeolog berpikir bahwa kisah Nuh terinspirasi dari cerita Sumeria yang berasal dari sekitar tahun 2150 SM itu, berabad-abad sebelum versi Ibrani ditulis.

Beberapa ahli berpendapat bahwa peradaban lain mungkin setua atau bahkan lebih tua dari peradaban Sumeria. Philip Jones, kurator asosiasi dan penjaga koleksi di bagian Babilonia di Penn Museum Philadelphia, mengatakan puluhan tahun perang dan kerusuhan di Irak membuat para arkeolog tidak dapat mengakses banyak situs Mesopotamia. Tetapi para ahli Mesir Kuno terus menggali.

Jones mengatakan para arkeolog di Mesir kini telah menemukan tulisan-tulisan yang sama tuanya dengan tulisan-tulisan paling awal dari Sumeria. Ini menunjukkan bahwa fase tertua peradaban Mesir kuno muncul kira-kira pada waktu yang sama dengan fase awal Sumeria. peradaban: sekitar 4000 SM

Peradaban lain yang kemungkinan lebih tua lagi adalah peradaban Lembah Indus, yang muncul di bagian yang sekarang disebut Afghanistan, Pakistan, dan India barat laut, dan berasal dari setidaknya 3300 SM, menurut artefak paling awal yang ditemukan di sana. Tapi “kita mungkin sudah menemukan barang-barang yang sangat awal di Lembah Indus,” kata Jones. “Tidak akan mengejutkan saya jika kita menggali sesuatu yang sama tuanya.”

Jones menduga bahwa terjadinya perdagangan di sepanjang tepi Samudra Hindia pada masa lalu telah membantu kelahiran peradaban kuno itu, yakni Mesir di samping Laut Merah, Sumeria di ujung utara Teluk Persia, dan peradaban Lembah Indus lebih jauh ke timur.

Peradaban ini diduga berkembang dari orang-orang pra-peradaban yang tinggal di sana sebelum orang Sumeria, Mesir, maupun Indus kuno, dengan membawa sumber daya dan ide-ide mereka. “Firasat saya adalah bahwa mungkin ada beberapa jaringan perdagangan yang terjadi di Samudra Hindia,” katanya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: