Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pertahanan, dan PT Dirgantara Indonesia (PT DI) sedang mengembangkan pesawat nirawak (unmanned aerial vehicle – UAV) yang disebut Wulung. Uji coba terbang Wulung digelar di Lapangan Udara Suparlan Batujajar, Padalarang, Bandung Barat, pada pekan lalu.
Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Amarulla Octavian, mengatakan BRIN berperan untuk melaksanakan riset mengenai produk-produk penerbangan, termasuk Wulung, agar memenuhi persyaratan administrasi, persyaratan operasional, serta diterima konsumen sesuai kebutuhan di lapangan.
Amarulla mengatakan, Wulung rencananya akan digunakan oleh Badan Keamanan Laut (BAKAMLA) dan TNI Angkatan Laut. “Hasil dari pemanfaatan Wulung nantinya menjadi umpan balik bagi BRIN untuk memberikan inovasi dan teknologi baru yang dibutuhkan oleh konsumen. BAKAMLA dan TNI AL sebagai konsumen nantinya setelah menggunakan Wulung memberikan banyak masukan, sehingga BRIN akan melanjutkan riset-riset selanjutnya untuk meningkatkan kapasitas PTTA Wulung,” ungkap Amarulla dalam keterangannya.
Uji terbang kali ini merupakan satu rangkaian menuju uji terbang UAV buatan Indonesia lainnya, yaitu Elang Hitam, yang kapasitasnya lebih besar. Tujuan uji terbang Wulung ini untuk memberikan kesempatan kepada operator untuk menerbangkan UAV yang lebih berat. Harapannya, Wulung bisa digunakan oleh BAKAMLA dan TNI Angkatan Laut untuk digunakan di operasional pangkalan di darat dan melaksanakan patroli di laut.
“Dalam suatu pola operasi yang terintegrasi dengan produk UAV lainnya, nantinya akan menghasilkan luaran output patroli yang lebih baik lagi. Sehingga, akan meningkatkan kepercayaan konsumen dari dalam dan luar negeri. Harapannya, produk PTTA Wulung dapat dibeli oleh negara lain,” kata Amarulla.
Direktur Produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI), Dena Hendriana menyampaikan bahwa demonstrasi terbang Wulung ini bertujuan menunjukkan performa PTTA Wulung kepada calon pengguna, dalam hal ini BAKAMLA dan TNI Angkatan Laut. “Dukungan yang terus-menerus dari berbagai pihak menguatkan langkah kami untuk mengembangkan lebih jauh lagi inovasi yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat, dunia industri, serta kemajuan teknologi penerbangan Indonesia,” ujar Dena.
Pada demo tersebut, Wulung dapat melakukan take off dan landing dengan baik serta mengoperasikan kamera dengan baik. “Mudah-mudahan, performansi yang kita perlihatkan ini dapat diterima oleh BAKAMLA serta TNI Angkatan Laut, dan memenuhi kebutuhan angkatan laut serta end user lainnya untuk menjadi kekuatan sebagai penjaga keamanan di pinggir laut,” kata Dena.
Kepala BAKAMLA RI, Laksdya TNI Irvansyah menyatakan bahwa pihaknya akan mengkaji efektivitas Wulung sebagai coast guard di pangkalan. “Apapun produksi anak bangsa kita dukung untuk membelinya. Sehingga siklus produksi, penelitian, dan pengembangan berjalan terus serta dapat menghasilkan kualitas yang baik,”






Be First to Comment