Press "Enter" to skip to content
Kolam Siloam (Foto: Assaf PeriCity of David via Pen News/Daily Mail/via screenshot)

Kolam Siloam Ditemukan, Jejak Penghubung Kitab Suci dan Sejarah

Yerusalem kembali mengungkap rahasia masa lalu yang menakjubkan. Tim arkeolog dari Israel Antiquities Authority (IAA) mengklaim telah menemukan lokasi pasti dari mukjizat Yesus menyembuhkan orang buta, sebagaimana tercatat dalam Injil Yohanes. Penemuan ini bukan hanya menggugah iman, tetapi juga memperkuat hubungan antara teks Alkitab dan bukti fisik yang nyata.

Di tengah penggalian di kawasan Kota Daud, para peneliti menemukan sebuah struktur monumental berupa dinding bendungan kuno yang diyakini menjadi fondasi Kolam Siloam—tempat Yesus mengutus seorang pengemis buta untuk membasuh dirinya dan mendapatkan penglihatan. Struktur ini diperkirakan dibangun sekitar 2.800 tahun lalu, pada masa pemerintahan Raja Yoas dan Amazia dari Yehuda.

Itamar Berko, direktur penggalian dari IAA, menyatakan bahwa temuan ini memberikan “jejak nyata” dari tempat yang selama ini hanya dikenal melalui teks Alkitab. “Jika sebelumnya kita hanya membaca tentang Kolam Siloam dalam Kitab Suci, kini kita bisa melihat sisa-sisa fisiknya yang berasal dari masa Bait Suci Pertama,” ujarnya, seperti dilansir Daily Mail.

Dinding bendungan yang ditemukan memiliki dimensi luar biasa: tinggi lebih dari 12 meter, lebar 8 meter, dan panjang mencapai 21 meter—melampaui batas area penggalian saat ini. Menurut Dr. Nahshon Szanton, bendungan ini berada di titik terendah Yerusalem kuno, tempat seluruh aliran air hujan bermuara. Tanpa bendungan ini, air akan langsung mengalir ke Lembah Kidron dan menuju Laut Mati.

Yang menarik, konstruksi bendungan ini dapat ditentukan secara ilmiah dengan akurasi tinggi. Tim dari Weizmann Institute of Science menemukan ranting dan cabang pendek yang tertanam dalam mortar bangunan, memungkinkan penanggalan karbon yang sangat presisi—hanya dalam rentang 10 tahun di akhir abad ke-9 SM. Data iklim menunjukkan bahwa bendungan ini dibangun sebagai respons terhadap krisis iklim: curah hujan rendah diselingi badai singkat yang berpotensi banjir.

Mukjizat di Kolam Siloam: Dari Lumpur Menjadi Terang

Injil Yohanes mencatat kisah Yesus menyembuhkan seorang pria yang buta sejak lahir. Ia meludah ke tanah, membuat lumpur, mengoleskannya ke mata si buta, lalu menyuruhnya membasuh diri di Kolam Siloam. “Maka pergilah orang itu, membasuh dirinya, dan pulang dengan mata yang sudah melihat,” demikian tertulis dalam Alkitab.

Si pengemis buta kemudian bersaksi: “Orang yang disebut Yesus membuat lumpur, mengoleskannya ke mataku, dan menyuruhku pergi ke Siloam untuk membasuh diri. Aku pun pergi, membasuh diri, dan kini aku bisa melihat.”

Kolam Siloam terletak di bagian selatan situs arkeologi Kota Daud, Yerusalem. Dibangun sekitar 2.700 tahun lalu sebagai bagian dari sistem air kota, kolam ini menampung air dari Mata Air Gihon yang dialirkan melalui terowongan bawah tanah. Bagi umat Kristen dan Yahudi, tempat ini memiliki makna spiritual yang mendalam.

Direktur IAA, Eli Escusido, menyebut bendungan yang ditemukan sebagai “salah satu peninggalan paling mengesankan dari periode Bait Suci Pertama.” Ia menambahkan bahwa penemuan ini membuka jalan baru bagi riset arkeologi dan memperlihatkan betapa kaya dan berlapisnya sejarah Yerusalem.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.