Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi AI (Freepik)

AI Bisa Membaca Aktivitas Otak dan Merekonstruksi Gambar yang Dilihat Manusia

Ilmuwan mengembangkan AI yang mampu merekonstruksi gambar dari aktivitas otak manusia. Teknologi ini menghasilkan gambar berdasarkan pemindaian otak, tanpa melihat gambar aslinya.

Brain-IT, AI yang Merekonstruksi Gambar dari Pemindaian Otak

Peneliti dari Weizmann Institute of Science mengembangkan sistem bernama Brain-IT. Sistem ini menerjemahkan pola aktivitas otak menjadi gambar dengan tingkat akurasi tinggi.

Dalam penelitian tersebut, delapan sukarelawan melihat berbagai foto. Gambar itu mencakup pertandingan bisbol, anjing yang menjulurkan kepala dari mobil, hingga sekelompok pendaki di hamparan salju.

Brain-IT kemudian menganalisis hasil pemindaian otak mereka. AI tersebut merekonstruksi gambar yang belum pernah dilihatnya sebelumnya.

AI Brain-IT Lebih Akurat dan Hanya Membutuhkan Data Satu Jam

Menurut Profesor Michal Irani, model AI sebelumnya juga mampu menghasilkan gambar dari aktivitas otak. Namun, model tersebut sering keliru dalam menggambarkan komposisi dan warna.

Brain-IT mampu merekonstruksi isi gambar sekaligus detailnya dengan lebih akurat. Sistem ini juga hanya membutuhkan satu jam data pemindaian otak untuk mempelajari individu baru.

Sebagai pembanding, teknologi sejenis biasanya membutuhkan sekitar 40 jam data pemindaian otak. Peneliti menguji kedua durasi tersebut dan menemukan hasil rekonstruksi yang relatif serupa.

Bagaimana AI Mempelajari Pola Aktivitas Otak Manusia?

Untuk mengembangkan Brain-IT, tim peneliti melatih sistem menggunakan ribuan hasil pemindaian otak. Data tersebut berasal dari delapan sukarelawan yang melihat beragam gambar.

Proses pelatihan membantu AI mengenali hubungan antara pola aktivitas saraf, warna, bentuk, dan objek. Sistem ini bahkan mampu memperkirakan pola pemindaian otak berdasarkan sebuah gambar.

Peneliti juga menggabungkan data dari beberapa studi untuk menemukan kesamaan fungsi otak antarindividu. Mereka mengidentifikasi 128 wilayah fungsional yang berperan dalam pemrosesan gambar.

Sebagian wilayah tersebut sudah dikenal oleh ahli saraf. Namun, penelitian ini juga mengungkap pembagian fungsi yang sebelumnya belum diketahui.

Salah satu temuan berkaitan dengan parahippocampal place area (PPA), wilayah otak yang memproses gambar tempat. Tim menemukan bagian berbeda yang merespons pemandangan dalam ruangan dan luar ruangan.

Bisakah AI Membaca Mimpi dan Merekonstruksi Video?

Tim Irani kini berupaya mengembangkan teknologi serupa untuk menerjemahkan informasi suara. Mereka juga ingin memperluas kemampuan sistem untuk merekonstruksi video.

Merekonstruksi video dari aktivitas otak masih menjadi tantangan besar. Puluhan gambar dapat berubah setiap detik, sedangkan pemindaian fMRI membutuhkan sekitar dua detik.

Jika mampu mengatasi kendala tersebut, peneliti berharap teknologi ini kelak dapat membantu mengungkap gambaran dalam mimpi. Namun, kemampuan membaca mimpi masih menjadi kemungkinan yang perlu diteliti lebih lanjut.

Peneliti Kembangkan AI Pembaca Aktivitas Otak dengan Sensor EEG

Tim juga mengembangkan metode untuk membaca aktivitas otak menggunakan elektroensefalografi (EEG). Teknik ini mengukur sinyal listrik otak melalui sensor yang ditempatkan pada kulit kepala.

Sensor EEG dapat terpasang pada penutup kepala atau perangkat khusus seperti headphone. Peneliti berharap kemajuan AI dapat mempermudah analisis sinyal tersebut tanpa bergantung pada pemindaian MRI.

Tim mempresentasikan temuan ini dalam konferensi Cognitive Computational Neuroscience di New York pada September 2026.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

situs slot gacor

Mission News Theme by Compete Themes.
RPHOKI AGENHOKI CHUTOGEL agenhoki agenhoki.com Sbobet88