Naskah kuno dari dua sejarawan Romawi kini disoroti sebagai bukti terkuat bahwa Yesus adalah tokoh yang nyata. Dilansir dari Daily Mail, disebutkan bahwa catatan-catatan kuno itu ditulis oleh Tacitus, salah satu sejarawan Roma yang paling dihormati, dan Flavius Josephus, seorang bangsawan Yahudi dan sejarawan yang hidup beberapa dekade setelah penyaliban Yesus.
Keduanya bukanlah seorang Kristen, dan keduanya tidak berusaha membuktikan klaim Kitab Perjanjian Baru. Namun keduanya meninggalkan catatan penting tentang keberadaan sosok Yesus Kristus.
Dalam salah satu teks, Tacitus menulis bahwa seorang pria bernama Christus dieksekusi selama pemerintahan Kaisar Tiberius.
Dalam teks lain, Josephus menyebut Yakobus sebagai ‘saudara Yesus yang disebut Mesias,’ mengidentifikasi Yesus sebagai orang nyata yang dikenal oleh para pembacanya.
Referensi-referensi tersebut kembali menarik perhatian karena para sejarawan terus meneliti bukti-bukti tentang Yesus dari sumber-sumber di luar Alkitab.
Bagi banyak sarjana, catatan-catatan tersebut mewakili beberapa bukti non-Kristen yang paling jelas bahwa Yesus adalah tokoh sejarah, bukan sekadar legenda apalagi tokoh fiktif.
Bukti tersebut baru-baru ini ditinjau oleh sarjana Alkitab Lawrence Mykytiuk, yang meneliti sumber-sumber Romawi dan Yahudi kuno yang menyebutkan Yesus, seperti yang dilaporkan dalam Biblical Archaeology Society.
Sebenarnya, sebagian besar sejarawan sudah menerima fakta bahwa Yesus adalah tokoh sejarah yang nyata. Kini perdebatannya lebih berfokus kepada detail kehidupan dan ajaran-Nya, ketimbang persoalan Yesus benar-benar tokoh nyata. Itulah mengapa tulisan-tulisan kuno sejarawan Romawi Tacitus dan sejarawan Yahudi Flavius Josephus tetap sangat penting.
Meskipun Alkitab Perjanjian Baru masih menjadi sumber utama informasi tentang kehidupan Yesus, banyak pihak yang skeptis telah lama berpendapat bahwa tulisan-tulisan yang dihasilkan oleh orang Kristen tidak dapat dianggap sebagai bukti independen.
Makanya sejarawan sering berfokus pada referensi yang ditulis oleh orang-orang di luar Kristen. Salah satu yang referensi yang terpenting adalah yang ditulis oleh Tacitus, seorang senator Romawi, sejarawan, dan salah satu penulis sejarah paling dihormati.
Dalam karyanya yang berjudul Annals, yang ditulis sekitar tahun 116 M, Tacitus mencatat tentang Kaisar Nero yang berusaha menyalahkan orang Kristen atas peristiwa Kebakaran Besar Roma yang terjadi pada tahun 64 M.
Menurut Tacitus, Nero menargetkan kelompok yang dikenal sebagai orang Kristen, yang namanya berasal dari seorang pria bernama Christus. Tacitus menulis bahwa Christus telah dieksekusi selama pemerintahan Kaisar Tiberius oleh Pontius Pilatus, gubernur Romawi di Yudea.
Bagian ini penting karena Tacitus secara terang-terangan memusuhi orang Kristen. Dia menggambarkan Kekristenan sebagai takhayul yang berbahaya dan menyatakan penghinaan terhadap para pengikutnya.
Para sejarawan berpendapat bahwa hal ini membuat rujukannya kepada Yesus menjadi sangat berharga karena ia tidak punya alasan untuk mengarang detail yang mendukung gerakan tersebut.
Catatan Tacitus secara independen mengkonfirmasi beberapa detail yang ditemukan dalam Injil, termasuk bahwa Yesus dieksekusi di bawah kekuasaan Romawi dan bahwa para pengikutnya terus menyebarkan ajaran-Nya setelah penyaliban-Nya.
Adapun sumber utama lainnya berasal dari Josephus, seorang sejarawan Yahudi yang lahir beberapa tahun setelah masa penyaliban Yesus.
Josephus ikut menentang Romawi selama pemberontakan Yahudi pertama, sebelum akhirnya menetap di Roma di bawah perlindungan kekaisaran, di mana ia menulis sejarah yang luas tentang bangsa Yahudi.
Dalam karyanya yang berjudul Jewish Antiquities, Josephus menuliskan tentang eksekusi terhadap Yakobus, seorang pemimpin gereja mula-mula.
Untuk menjelaskan siapa Yakobus yang ia maksud, Josephus menyebutnya sebagai “saudara Yesus yang disebut Mesias”.
Referensi tersebut muncul hampir secara sambil lalu dalam teks, tetapi para sejarawan mengatakan bahwa justru itulah yang membuatnya penting. Yesus memang bukanlah fokus dari bagian tersebut, tetapi hanya disebutkan untuk mengidentifikasi orang lain.
Para cendekiawan berpendapat bahwa rujukan seperti itu tidak akan mungkin kalau Yesus bukan tokoh sejarah yang diakui nyata.
Josephus juga menyertakan bagian yang lebih panjang yang menggambarkan Yesus sebagai guru yang bijaksana, yang menarik pengikut dan melakukan perbuatan-perbuatan luar biasa. Namun bagian ini telah menjadi perdebatan karena banyak sarjana percaya bahwa para juru tulis Kristen di kemudian hari mengubah sebagian dari teks tersebut.
Namun, mayoritas masih menyimpulkan bahwa bagian tersebut didasarkan pada referensi asli tentang Yesus yang ditulis oleh Josephus sendiri.
Jika digabungkan, tulisan-tulisan Tacitus dan Josephus mendukung beberapa detail penting tentang kehidupan Yesus:
- Mereka menunjukkan bahwa dia memang ada sebagai orang nyata, dikenal dengan nama Yesus, mengumpulkan pengikut di Yudea dan dieksekusi pada masa pemerintahan Pontius Pilatus.
- Sumber-sumber juga menunjukkan bahwa para pengikutnya terus menyebarkan ajarannya jauh setelah kematiannya dan bahwa gerakan Kristen telah mencapai Roma dalam beberapa dekade.
Faktanya, para sejarawan mencatat bahwa para kritikus Kristen kuno sering menyerang Yesus dalam banyak hal tetapi jarang mempertanyakan apakah ia benar-benar ada.
Para penulis Yahudi dan pagan menuduh Yesus mengajarkan ajaran palsu, penipuan, dan bahkan sihir. Namun, menurut catatan sejarah, hampir tidak ada yang berpendapat bahwa Yesus adalah sepenuhnya tokoh fiktif.






Be First to Comment