Sejak kecil, kita mengenal Matahari sebagai bola kuning terang. Namun, warna asli Matahari sebenarnya putih, bukan kuning seperti yang sering kita lihat dari Bumi.
Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Rasdewita Kesumaningrum, mengatakan atmosfer Bumi mengubah cara mata manusia melihat cahaya Matahari. Fenomena fisika bernama hamburan Rayleigh berperan penting dalam perubahan warna tersebut.
“Warna Matahari itu aslinya kalau di luar angkasa itu berwarna putih. Seluruh panjang gelombang yang di cahaya tampak itu masuk ke atmosfer Bumi dan mengalami hamburan, karena adanya atom dan partikel yang ada di atmosfer, misalnya nitrogen dan oksigen,” ungkap Rasdewita.
Mengapa Warna Asli Matahari Terlihat Berbeda?
Matahari memancarkan cahaya yang mencakup seluruh spektrum warna tampak. Jika digabungkan, berbagai warna tersebut menghasilkan cahaya putih.
Namun, ketika cahaya Matahari melewati atmosfer Bumi, molekul udara lebih kuat menghamburkan cahaya dengan panjang gelombang pendek. Cahaya biru mengalami hamburan lebih kuat daripada cahaya merah.
Proses ini dikenal sebagai hamburan Rayleigh. Fenomena tersebut juga menjelaskan mengapa langit tampak biru pada siang hari.
Setelah melewati atmosfer, cahaya Matahari yang mencapai mata kita dapat terlihat putih kekuningan. Karena itu, warna asli Matahari berbeda dari warna yang biasa kita amati dari permukaan Bumi.
Mengapa Matahari Berwarna Jingga Saat Senja?
Warna Matahari berubah lebih dramatis ketika mendekati cakrawala. Pada sore hari, cahaya Matahari harus menempuh jalur atmosfer yang lebih panjang sebelum mencapai mata pengamat.
Sepanjang perjalanan itu, atmosfer menghamburkan lebih banyak cahaya biru. Akibatnya, cahaya merah dan jingga menjadi lebih dominan dalam pandangan kita.
“Kalau sore hari, Matahari bisa terlihat oranye karena cahaya Matahari yang masuk ke atmosfer Bumi dalam posisi yang ketinggian lebih rendah itu melewati atmosfer yang lebih panjang untuk sampai di mata kita,” papar Rasdewita.
Kondisi udara juga memengaruhi intensitas warna senja. Debu dan aerosol di atmosfer dapat mengubah cara cahaya menyebar, sehingga Matahari terkadang tampak lebih jingga atau kemerahan.
Dengan demikian, warna asli Matahari tidak berubah menjadi jingga saat senja. Atmosferlah yang mengubah cahaya Matahari sebelum mencapai mata manusia.
Matahari Memancarkan Lebih dari Cahaya Tampak
Cahaya putih yang kita lihat hanya mencakup sebagian kecil dari spektrum radiasi Matahari. Matahari juga memancarkan energi dalam berbagai panjang gelombang elektromagnetik yang tidak dapat ditangkap mata manusia.
Spektrum tersebut mencakup gelombang radio, gelombang mikro, ultraviolet, sinar-X, dan sinar gamma. Setiap jenis radiasi memiliki panjang gelombang dan karakteristik energi yang berbeda.
Mata manusia hanya mampu melihat bagian tertentu dari spektrum elektromagnetik. Karena itu, astronom menggunakan instrumen khusus untuk mempelajari aktivitas Matahari dalam berbagai panjang gelombang.
“Dengan bantuan alat, kita bisa melihat beragam muka Matahari. Jadi kalau yang putih dengan bintik-bintik hitam ini adalah pada panjang gelombang tampak. Tetapi kalau dibantu dengan alat filter, kita bisa melihat fitur lain yang ada di Matahari,” jelas Rasdewita.
Instrumen tersebut membantu ilmuwan mengamati struktur dan aktivitas Matahari yang tidak terlihat melalui cahaya tampak. Pengamatan multi-panjang gelombang juga mendukung pemantauan aktivitas Matahari dan perkembangan cuaca antariksa.
Mengapa Pengamatan Matahari Penting?
Aktivitas Matahari dapat memicu badai Matahari yang memengaruhi lingkungan antariksa di sekitar Bumi. Peristiwa tersebut berpotensi mengganggu komunikasi radio, navigasi satelit, dan sejumlah sistem teknologi.
Karena itu, ilmuwan memanfaatkan berbagai instrumen untuk memantau perubahan aktivitas Matahari. Data pengamatan membantu mereka memahami fenomena cuaca antariksa dan mengembangkan sistem peringatan dini.
Memahami warna asli Matahari bukan sekadar meluruskan anggapan bahwa Matahari berwarna kuning. Pengetahuan tentang spektrum cahaya juga membantu ilmuwan mengungkap proses fisika Matahari dan memantau aktivitasnya.
Jadi, Matahari yang tampak kuning atau jingga dari Bumi sebenarnya memancarkan cahaya putih. Atmosfer Bumi mengubah tampilan cahaya itu sebelum sampai ke mata kita.






Be First to Comment