Press "Enter" to skip to content

Cara Unik Suku Dani di Papua dalam Memberi Salam

Suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem memiliki budaya yang unik khas pegunungan tengah Papua. Hal ini terlihat dari cara memberi salam dalam komunitas mereka.

Ini tidak berlaku di Lembah Baliem saja, tetapi berlaku di manapun mereka berada, misalnya bagi mereka yang bekerja dan tinggal di Kota Jayapura atau kuliah di Yogyakarta.

Memberi salam atau saling menyapa merupakan bentuk sopan santun yang diajarkan oleh orang tua pada generasi muda.

Suatu pertemuan, sesama lelaki akan menyapa dan mengucapkan “nayak”. Jika laki-laki bertemu perempuan akan mengucapkan “laok”. Bila sesama perempuan bertemu maka saling menyapa “laok”, hal yang sama juga dilakukan ketika perempuan bertemu laki-laki akan menyapa “laok”.

Setelah saling menyapa dan mengucapkan salam, maka diikuti dengan berjabat tangan khas suku Dani. Hal ini berlaku hanya khusus untuk sesama laki-laki dewasa saja, yaitu dengan membunyikan beberapa ruas jari yang dilipat sedemikian rupa satu sama lain dan mengeluarkan bunyi.

halnya dengan Suku Yali yang tinggal di Lembah Baliem sebelah timur mengenal kata “wah”.

“Wah” adalah sebuah ucapan selamat untuk sesama komunitas Suku Yali. Jika dua laki-laki dewasa bertemu, sambil mengucapkan “wah”, mereka akan saling menggaruk-garuk bagian bawah dagu.

Semakin besar suka cita atau untuk menyatakan kegembiraan yang luar biasa dalam pertemuan itu, maka akan diucapkan berulang-ulang “wah, wah, wah”. Seru ya.

Penulis: Hari Suroto (Arkeolog, tinggal di Jayapura)

One Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: