Press "Enter" to skip to content

Mengenal Linnaeus dan Kekeliruannya di Papua

Carolus Linnaeus adalah ilmuan Swedia, dikenal sebagai bapak sistem penamaan ilmiah tumbuhan dan hewan dunia. Sistem ini pertama kali dipergunakan pada pertengahan abad ke-18.

Berbagai macam nama ilmiah tumbuhan dan hewan mempergunakan bahasa Latin, bahasa Latin telah lama dianggap sebagai bahasa ilmu pengetahuan di Eropa. Sistem pemberian nama ini disebut binomial nomenclature.

Binomial berarti dua nama, sedangkan nomenclature berarti sistem penamaan. Setiap spesies mempunyai dua nama, yang terdiri dari nama genus dan nama spesifik spesies tersebut.

Nama genus selalu terletak di depan nama spesies. Misalnya nama ilmiah burung cenderawasih, dalam hal ini Linnaeus memberi nama Paradisea apoda yang berarti burung surga tanpa kaki. Paradisea adalah nama genus dan dalam penulisannya harus dengan huruf kapital, sedangkan apoda adalah nama spesies yang harus ditulis dengan huruf kecil. Dalam penulisannya, nama-nama ilmiah biasanya dicetak miring.

Namun dari sekian tumbuhan dan hewan yang diberi nama oleh Linnaeus, hanya satu yang salah yaitu ketika memberi nama ilmiah burung cenderawasih dengan nama burung surga tanpa kaki, padahal burung endemik Papua ini memiliki sepasang kaki.

Penulis: Hari Suroto (Arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: