Press "Enter" to skip to content

Tetap Makan Pinang, Tetap Waspada Corona

Berkaitan dengan tradisi makan sirih pinang di Papua dan penyebaran corona. Makan pinang sudah menjadi budaya dan gaya hidup di Papua.

Salah satu cara agar virus corona tidak cepat menyebar adalah dengan menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar. Melarang orang makan pinang adalah tidak mungkin, karena dari hasil panen buah pinang dan berjualan buah pinang, mama-mama Papua bisa menghidupi keluarga dan bisa menyekolahkan anak-anak mereka.

Yang harus dilakukan adalah, membuang ludah pinang tidak sembarangan, sehabis mengunyah pinang, ludah pinang dibuang dalam bungkus plastik, plastiknya di-double, setelah itu dimasukkan dalam tempat sampah.

Jika diperhatikan, aturan larangan membuang ludah pinang sembarangan, saat ini hanya berlaku di rumah sakit dan bandara saja, sedangkan di tempat umum lainnya belum diberlakukan. Untuk itu sangat perlu dibuat peraturan daerah agar tidak boleh membuang ludah pinang secara sembarangan di fasilitas publik.

Mengunyah sirih pinang sudah menjadi gaya hidup sehari-hari dan bagian dalam budaya Papua. Tradisi ini perlu dilestarikan, namun yang perlu dihilangkan adalah kebiasaan membuang ludah pinang sembarangan. Di Papua, kebiasaan mengunyah pinang, biasa dilakukan oleh anak kecil hingga orang dewasa.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: