Press "Enter" to skip to content
Rekonstruksi lantai tempat Salome menari dan Yohanes Pembabtis dipenggal. (Dok: Győző Vörös)

Inikah Tempat Salome Menari dan Yohanes Pembabtis Dipenggal?

Yohanes Pembabtis adalah tokoh besar dalam Alkitab maupun sejarah. Dia diperkirakan dihukum mati pada tahun 29 Masehi.

Penulis kuno Flavius Josephus (tahun 367-100 M) mendeskripsikan kisah Raja Herodes Antipas, putra dari Raja Herodes, yang memerintahkan eksekusi penggal Yohanes Pembabtis. Josephus mengatakan eksekusi itu dilakukan di sebuah tempat bernama Machaerus, sebuah pelabuhan di Laut Mati, di Yordania sekarang. Herodes Antipas disebut khawatir pengaruh Yohanes Pembabtis akan sulit dikendalikan.

Alkitab sendiri punya kisah lain terkait pemenggalan tersebut. Di Kitab Markus 6:22-24 disebutkan tentang anak perempuan Herodias, istri Raja Herodes, yang menari lalu meminta hadiah kepala nabi Yohanes Pembabtis. Herodias, sang ibu, dendam kepada Yohanes karena pernah menegur Herodes, suaminya. Raja Herodes pun memerintahkan hukuman itu dan kepala Yohanes diletakkan di atas talam.

Nah, lantai tempat sang putri, yang bernama Salome ini, menari telah ditemukan oleh arkeolog, setidaknya begitulah klaim dari mereka, sebagaimana dilansir Live Science baru-baru ini.

Arkeolog menemukan jejak sebuah courtyard (halaman kosong yang dikelilingi bangunan) di Machaerus, “Kemungkinan adalah tempat di mana Salome menari dan di mana Herodes Antipas memutuskan untuk memenggal kepala Yohanes Pembaptis,” demikian ditulis Győző Vörös, direktur proyek Machaerus Excavations and Surveys at the Dead Sea, dalam buku “Holy Land Archaeology on Either Side: Archaeological Essays in Honour of Eugenio Alliata”(Fondazione Terra Santa, 2020). Courtyard itu, kata Vörös, memiliki relung berbentuk apsidal yang mungkin merupakan sisa-sisa tahta tempat Herodes Antipas duduk.

Arkeolog telah menemukan courtyard ini pada 1980, tapi mereka belum mengenal relung itu sebagai bagian dari tahta Herodes Antipas. Nah, keberadaan tahta dekat courtyard menguatkan dugaan tentang lantai menari Salome itu, kata Vörös. Tim arkeolog kemudian merekonstruksi courtyard itu dan menerbitkan beberapa foto di dalam buku itu seraya memperlihatkan bagaimana keadaan di sana pada masa Yohanes dieksekusi. Tapi pendapat mereka menimbulkan pro-kontra di antara para akademisi.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: