Press "Enter" to skip to content
Ikan tilapia atau ikan mujair (Foto: Sirawich Rungsimanop/Pixabay)

Mengenal Ikan Mujair, Ikan Invasif bukan Asli Indonesia

Ikan mujair atau yang bernama ilmiah Oreochromis mossambicus Peters adalah jenis ikan yang cukup banyak ditemukan di berbagai perairan tawar di Indonesia dan populer. Bahkan, di Papua, masyarakat mengembangkan ikan mujair di perairan payau dan air asin karena ikan ini sangat diminati. Tapi tahukah kamu bahwa ini kan bukan asli dari Indonesia dan sifatnya sangat invasif terhadap spesies ikan lokal?

Sebuah penelitian dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, mendapati bahwa ikan mujair adalah ikan invasif yang dapat ancaman bagi spesies lokal di suatu ekosistem perairan, selain menjadi pesaing bagi spesies lokal dalam persaingan mendapatkan makanan.

Dalam catatan sejarah, ikan mujair pertama kali di temukan di Pulau Jawa pada 1936 oleh seorang perangkat desa Papungan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, bernama Mudjair. Ikan asing yang kelak dikenal juga dengan nama ikan Tilapia itu dipelihara di kolam pekarangan rumah dan berkembang dengan cepat. Diketahui bahwa ikan ini berkembangbiak dengan cara menyimpan telur di mulut hingga telur menetas.

Penelitian lembaga perikanan Hindia Belanda waktu itu mendapati bahwa ikan itu adalah jenis Tilapia mossambica dengan nama latin Oreochromis mossambicus Peters yang berasal dari Afrika Selatan, khususnya di sungai Bushman sampai delta sungai Zambezi. Ikan ini diduga berasal dari kapal pedagang yang berlabuh di pulau Jawa dan tidak sengaja membawa ikan mujair di dalamnya.

Ikan mujair tersebar di banyak perairan di Indonesia karena kegiatan budi daya selama bertahun-tahun. Pembudidayaan ikan mujair atau ikan tilapia juga merupakan industri besar yang melibatkan sejumlah perusahaan raksasa di Indonesia. Metode pembudidayaannya menggunakan keramba jaring apung dan berlokasinya salah satunya di Danau Toba, Sumatera Utara.

Ikan mujair atau tilapia di Indonesia memiliki tubuh pipih dengan warna abu-abu, hitam dan coklat. Ikan ini bisa tumbuh sampai mencapai panjang 40cm. “Ikan mujair jantan memiliki sifat teritorial dalam menjaga sarangnya dan ikan betina akan menjaga anaknya dari ancaman predator seperti ikan yang berukuran lebih besar,” kata penulis studi yang diterbitkan di jurnal Thesis Commons itu.

Ikan ini mampu berkembang dengan cepat karena ketahanannya terhadap berbagai penyakit dan parasit. Alhasil, Di beberapa negara, ikan Tilapia mossambica sudah dianggap sebagai spesies hama karena mampu berkembang dan cepat, mendominasi suatu perairan, sehingga spesies lain yang sudah ada terlebih dahulu, akan kalah saing dalam mencari makanan dan akhirnya musnah.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: