Press "Enter" to skip to content
Hutan hujan dan air terjun di Amazon (Foto: Efrain Hernandez/Pixabay)

Alasan Mengapa Tak Ada Jembatan di Sungai Amazon

Sebagai sungai terpanjang kedua di dunia, Sungai Amazon punya satu keunikan. Sungai Amazon adalah satu-satunya sungai besar yang tak punya jembatan. Mengapa?

Sebagai salah satu sungai terpanjang dan jalur air paling penting di dunia, Sungai Amazon mengandung volume air tawar paling banyak dari sungai mana pun di Bumi ini.

Sungai ini menjadi habitat binatang-binatang unik. Seperti lumba-lumba sungai, 100 spesies ikan elektrik, dan setidaknya 60 spesies piranha.

Baca juga: Ikan Arapaima: Terancam di Amazon, Mengancam di Indonesia

Setidaknya ada lebih dari 30 juta orang yang tinggal di lembah sungai Amazon yang mengalir di tiga negara itu, yaitu Peru, Kolombia, dan Brazil. Lantas, mengapa tak ada jembatan di sungai ini?

“Tidak ada kebutuhan yang cukup mendesak untuk membangun jembatan di Amazon,” kata Walter Kaufmann, ketua Rekayasa Struktural (Struktur Beton dan Desain Jembatan) di Institut Teknologi Federal Swiss (ETH) Zurich, seperti dikutip Live Science.

Amazon, dengan panjang sekitar 6.920 kilometer, berkelok-kelok melalui daerah-daerah yang berpenduduk jarang. Artinya, hanya ada sedikit jalan utama yang melintasi sungai ini. Dan di kota-kota yang berbatasan dengan sungai itu, alat transportasi utama adalah perahu dan feri. Jadi tidak ada kebutuhan untuk membangun jembatan.

“Tentu saja, ada juga kesulitan teknis dan logistik,” kata Kaufmann.

Menurut Kaufmann, Amazon jauh dari lokasi ideal untuk pembangun jembatan, karena memiliki banyak hambatan yang harus ditaklukkan oleh para insinyur dan pekerja konstruksi.

Beberapa hambatan itu misalnya, adanya rawa-rawa yang luas dan tanah lunaknya. Kondisi ini membutuhkan jembatan multi-bentang yang melintasi daerah yang lebih rendah dan fondasi yang sangat dalam. Alhasil, akan butuh biaya yang besar

Selain itu, di sungai itu ternyata musim akan mempengaruhi posisi aliran sungai, naik dan turunnya permukaan air, dan kikisan dan pergeseran sedimen lunak di tepi sungai.

“Lingkungan di Amazon termasuk yang paling sulit [di dunia],” kata Kaufmann. “Jembatan yang melintasi selat juga menantang jika airnya dalam, tetapi setidaknya Anda tahu bahwa konstruksi dimungkinkan menggunakan ponton, misalnya.”

Sedang di Amazon, Ponton bukan solusi. Sebab sungai ini sangat dipengaruhi oleh perbedaan musim. Misalnya, saat musim kemarau, yaitu antara Juni dan November, lebar Amazon rata-rata antara 3,2 dan 9,7 km. Sedangkan di musim hujan, yaitu Desember hingga April, lebar sungai bisa mencapai 48 km, dan ketinggian air bisa mencapai 15 meter.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: