Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi cacar monyet alias monkeypox (Gerd Altmann/Pixabay)

Mengenal Cacar Monyet atau Monkeypox, Gejala, dan Penyebarannya

Hari-hari ini kehadiran penyakit bernama cacar monyet alias monkeypox sungguh meresahkan. Sebenarnya penyakit apa ini?

Dilansir dari Science Alert, cacar monyet memiliki hubungan dekat dengan virus cacar. Patogen ini berasal dari keluarga Orthopoxvirus.

Cacar monyet alias monkeypox ini ditularkan melalui kontak dengan cairan tubuh yang terkontaminasi atau kontak dekat dengan manusia yang terinfeksi dan hewan lain. Kalau kamu tertular bisa menyebabkan penyakit ringan hingga berat dan dalam beberapa kasus, menyebabkan kematian.

Mengapa disebut cacar monyet?
Nama cacar monyet berasal dari tahun 1958, setelah wabah virus di antara monyet uji laboratorium di fasilitas penelitian Kopenhagen. Pada 1970 kasus manusia pertama akan diidentifikasi, karena WHO memfokuskan upaya mereka pada pemberantasan cacar di Republik Demokratik Kongo. Saat ini, sebagian besar infeksi masih ditemukan di negara Afrika tengah ini, meskipun wabah telah dilaporkan di sejumlah negara tetangga.

Baca juga: Chimera Monyet-Manusia yang Hidup 20 Hari

Seperti apa gejala cacar monyet?
Sekitar satu atau dua minggu setelah kamu terinfeksi, virus akan menimbulkan demam, sakit kepala, nyeri otot, pembengkakan kelenjar getah bening, dan kelelahan. Beberapa hari kemudian ruam mungkin muncul, biasanya di sekitar wajah, yang dapat berkembang menjadi pustula melepuh yang berkeropeng sebelum sembuh pada minggu-minggu berikutnya.

Meskipun dalam banyak hal mirip dengan cacar, cacar monyet dianggap bisa sembuh dengan sendirinya, sehingga dianggap jauh lebih ringan daripada cacar yang biasa.

Tapi cacar monyet masih dipandang sebagai penyakit serius dan membawa risiko komplikasi berkelanjutan, mulai dari efek sepsis dan ensefalitis hingga kebutaan akibat infeksi mata. Tanpa perawatan medis atau vaksinasi, hampir satu dari sepuluh orang yang terinfeksi berisiko mengalami komplikasi fatal, terutama anak kecil.

Bagaimana cacar monyet menyebar?
Cacar monyet menyebar antar manusia melalui kontak dekat dengan seseorang yang memiliki ruam cacar itu. Bisa lewat face-to-face, kulit-ke-kulit, mulut-ke-mulut, atau kontak mulut-ke-kulit. Virus dapat menyebar melalui tetesan atau aerosol jarak pendek jika seseorang memiliki bisul atau luka di mulutnya, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga: Ketika Surili Si Monyet Rimba Berkeliaran di Permukiman

Bisakah tertular dari permukaan benda?
Orang yang terinfeksi dapat mentransfer virus cacar monyet ke permukaan, seperti pakaian, ponsel, kursi toilet, dan tempat tidur. Menurut WHO, virus juga dapat menyebar ke janin selama kehamilan. Belum jelas apakah virus tersebut dapat menyebar di antara orang-orang melalui pembawa tanpa gejala.

Mungkinkah cacar monyet menjadi pandemi?
Pada 23 Juli 2022, WHO mengumumkan wabah cacar monyet sebagai darurat kesehatan global yang menjadi perhatian internasional. Pada saat pengumuman, sudah dilaporkan lebih dari 16.000 kasus di 74 negara. Tapi tidak seperti SARS-CoV-2, cacar monyet tidak dapat menyebar melalui udara. Dengan vaksin cacar yang efektif, pihak berwenang sudah dipersenjatai dengan baik jika kekhawatiran terus meningkat.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: