Sebuah foto menakjubkan yang diambil astronot dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 18 November 2012 menyingkap panorama salah satu struktur vulkanik paling luar biasa di Bumi: Kaldera Aso di Pulau Kyushu, Jepang. Dari angkasa, kawah raksasa ini tampak seperti mangkuk raksasa dengan lingkaran pegunungan yang mengelilingi 17 gunung api aktif maupun tidak aktif di dalamnya.
Dilansir dari Live science, Kaldera Aso, dikenal juga sebagai Gunung Aso atau Asosan, terbentuk dari serangkaian letusan dahsyat yang terjadi antara 300.000 hingga 90.000 tahun lalu. Letusan-letusan ini begitu besar hingga menutupi sebagian besar Kyushu dengan abu vulkanik (tephra), bahkan jejak abu dari letusan terbesarnya ditemukan hingga Hokkaido, sekitar 1.450 km di utara. Para ahli memperkirakan skala letusan itu mencapai level 8 pada Volcanic Explosivity Index (VEI), level tertinggi yang mungkin terjadi. Inilah salah satu alasan mengapa Aso digolongkan sebagai supervulkan.
Dengan diameter sekitar 24 km dan dikelilingi dinding kaldera setinggi 1.200 meter, Aso menjadi salah satu dari hanya sembilan supervulkan yang diketahui di dunia.
Di pusat kaldera berdiri lima kerucut utama yang dikenal sebagai Aso Gogaku: Takadake, Nekodake, Nakadake, Kishimadake, dan Eboshidake. Semua puncak ini lebih tinggi dari tepi luar kaldera. Dari kelimanya, Gunung Nakadake adalah yang paling aktif, terakhir meletus pada Oktober 2021. Dua lainnya, Kishimadake dan Eboshidake, masih dianggap aktif meski tidak meletus selama ratusan hingga ribuan tahun.
Penelitian pada 2018 menunjukkan bahwa ketiga puncak ini terhubung dengan sebuah kantong magma besar yang berada sekitar 6 km di bawah permukaan tanah, sumber energi laten yang terus menjaga potensi aktivitas vulkanik Aso.
Antara Neraka dan Kehidupan
Selain gunung-gunung api, Aso juga terkenal dengan sejumlah mata air panas, salah satunya bernama Jigoku yang berarti “neraka”. Nama itu mencerminkan lanskap ekstrem yang menyatukan keindahan alam dengan ancaman tersembunyi.
Namun, kehidupan manusia tetap berkembang di dalam kaldera. Lahan pertanian, kota-kota kecil, hingga jalan utama yang menembus dinding barat kaldera kini menjadi bagian dari kawasan tersebut. Padahal, pada masa lalu, lantai kaldera dipenuhi oleh tiga danau besar yang akhirnya mengering seiring perubahan geologi dan iklim.
Letak Aso yang berada di atas pertemuan lempeng tektonik, di mana Lempeng Pasifik menunjam ke bawah Lempeng Okinawa dan Amur, menjadikannya bagian dari Cincin Api Pasifik. Zona ini menyimpan sekitar 75% gunung api daratan dunia dan menjadi pusat dari 90% gempa bumi global.
Meski Aso memiliki sejarah letusan super dahsyat, para ilmuwan menilai kemungkinan terulangnya kejadian serupa dalam waktu dekat sangat kecil. Namun demikian, sebagai salah satu supervulkan aktif Bumi, Aso tetap menjadi laboratorium alam yang penting untuk memahami dinamika planet kita.






Be First to Comment