Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi multitasking (Foto: StockSnap/Pixabay)

Bener Kan, Cewek Lebih Jago Multitasking Daripada Cowok

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa cowok ternyata lebih sulit mempertahankan percakapan ketika sedang mengerjakan hal lain pada saat bersamaan. Sementara itu, cewek cenderung lebih mampu merespons percakapan meski sedang multitasking.

Temuan ini memberi amunisi baru bagi stereotip yang sudah lama beredar: cewek lebih jago multitasking daripada cowok.

Tapi benarkah demikian?

Penelitian yang Meniru Kehidupan Sehari-hari

Seperti dilansir dari Daily Mail, satu tim peneliti merancang eksperimen yang dibuat semirip mungkin dengan situasi sehari-hari.

Peserta diminta melakukan beberapa aktivitas sekaligus, mulai dari mencari informasi, memantau kata-kata tertentu, menyelesaikan tugas, hingga menjawab pertanyaan layaknya sedang mengobrol dengan seseorang.

Sebanyak 78 cowok dan cewek mengikuti penelitian tersebut.

Menariknya, hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum cowok dan cewek memiliki performa yang hampir sama dalam sebagian besar tugas yang diberikan.

Masalahnya muncul ketika mereka harus berbicara sambil melakukan hal lain.

Cewek Lebih Responsif Saat Diajak Ngobrol

Dalam eksperimen itu, peserta mendengarkan rekaman pertanyaan yang muncul setiap 20 detik sambil tetap menyelesaikan tugas lainnya.

Pertanyaannya bukan sekadar “ya” atau “tidak”, melainkan pertanyaan yang mengundang jawaban panjang.

Contohnya: “Lebih pilih selalu terlambat 10 menit atau datang 20 menit terlalu cepat?”

Para peserta diminta menjawab seolah sedang benar-benar mengobrol dengan seseorang.

Hasilnya cukup menarik.

Rata-rata cewek menjawab hampir 25 dari 28 pertanyaan yang diberikan.

Sementara rata-rata cowok hanya menjawab sekitar 20 pertanyaan.

Artinya, cewek melewatkan sekitar 11,6 persen pertanyaan, sedangkan cowok melewatkan hingga 27,7 persen pertanyaan.

Dengan kata lain, saat fokus mereka terbagi, cowok dua kali lebih mungkin “tidak mendengar” atau tidak merespons pertanyaan yang diajukan.

Bukan Berarti Jawaban Cowok Lebih Buruk

Sebelum para cowok merasa tersudutkan, ada kabar baik.

Para peneliti menemukan bahwa ketika cowok benar-benar menjawab pertanyaan, kualitas jawabannya sama baiknya dengan cewek.

Jadi masalahnya bukan pada kemampuan berbicara atau kualitas komunikasi.

Masalahnya lebih kepada seberapa sering mereka menangkap pertanyaan ketika perhatian sedang terpecah.

Peneliti menduga ada beberapa kemungkinan penyebab.

Bisa jadi cowok menganggap tugas yang sedang mereka kerjakan lebih penting dibanding percakapan yang berlangsung.

Atau bisa juga karena fokus mereka terlalu terkunci pada tugas utama sehingga pertanyaan yang masuk benar-benar terlewat.

Kenapa Bisa Begitu?

Para peneliti mengatakan temuan ini sejalan dengan sejumlah teori evolusi yang menyebut cewek cenderung lebih aktif dalam perilaku komunikasi sosial.

Secara rata-rata, cewek memang lebih sering menggunakan komunikasi verbal dalam interaksi sehari-hari.

Hal ini mungkin membantu mereka tetap mempertahankan percakapan meskipun sedang melakukan aktivitas lain.

Namun bukan berarti otak cewek memiliki mode multitasking super yang tidak dimiliki cowok.

Faktanya, penelitian ini menunjukkan kemampuan menyelesaikan tugas secara keseluruhan antara cowok dan cewek sebenarnya tidak jauh berbeda.

Perbedaannya terutama muncul pada aspek komunikasi.

Efeknya Bisa Sampai ke Dunia Kerja

Temuan ini ternyata tidak hanya relevan untuk pasangan yang sedang bertengkar soal “nggak didengerin”.

Dalam lingkungan kerja, kemampuan berkomunikasi saat menghadapi banyak tugas sekaligus juga sangat penting.

Peneliti mengingatkan bahwa berkurangnya komunikasi verbal saat menangani situasi kompleks dapat menjadi masalah, terutama pada pekerjaan yang membutuhkan koordinasi cepat dan akurat.

Dalam situasi baru atau kondisi darurat, kegagalan menyampaikan informasi bisa berdampak besar.

Bahkan dalam kehidupan sehari-hari, kurangnya respons sering kali dianggap sebagai sikap tidak sopan atau cuek, padahal bisa jadi seseorang memang sedang kewalahan membagi fokus.

Kabar Baiknya: Multitasking Bisa Dilatih

Kalau kamu merasa termasuk tim yang sering bilang “hah?” saat diajak ngobrol sambil bekerja, jangan khawatir.

Penelitian lain dari Australia menemukan bahwa kemampuan multitasking ternyata bisa ditingkatkan melalui latihan.

Para ilmuwan dari University of Queensland mempelajari aktivitas otak 100 orang dewasa sebelum dan sesudah mereka berlatih melakukan dua tugas sekaligus selama satu minggu.

Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan multitasking yang berkaitan dengan komunikasi yang lebih efisien antarbagian otak.

Artinya, kemampuan membagi perhatian bukan sesuatu yang sepenuhnya bawaan lahir.

Semakin sering dilatih, otak bisa belajar menjadi lebih baik dalam menangani banyak informasi sekaligus.

Jadi lain kali ketika pasangan atau temanmu terlihat tidak mendengar saat sedang sibuk mengetik, mungkin mereka bukan sengaja mengabaikanmu.

Bisa jadi otaknya memang sedang bekerja keras menyelesaikan satu hal terlebih dahulu.

Meski begitu, alasan “aku lagi multitasking” mungkin tetap tidak akan menyelamatkanmu dari omelan karena tidak mendengarkan.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

situs slot gacor

Mission News Theme by Compete Themes.
RPHOKI AGENHOKI CHUTOGEL agenhoki agenhoki.com