Press "Enter" to skip to content

Tim Phoenix dari ITB Temukan Gelang Pendeteksi Eczema

Tim Phoenix yang terdiri dari mahasiswa Institut Teknologi Bandung berhasil masuk babak final nasional kompetisi internasional L’Oréal Brandstorm 2019 dengan ide gelang pendeteksi dan serum pereda penyakit kulit eczema. Mereka mengalahkan 8 finalis lainnya dari berbagai universitas di Indonesia.

Tim Phoenix terdiri dari Albert Sahala Theodore, Rifda Annelies Az Zahra, dan Johan Poernomo. Ketiganya menempuh studi S1 Institut Teknologi Bandung. Mereka hadir dengan inovasinya yang bernama Smart & Easy Band, yaitu gelang pendeteksi gejala eczema pada kulit anak. Selain itu mereka juga menciptakan ide inovasi serum peredam gejala eczema pada anak.

Tantangan dalam L’Oréal Brandstorm 2019 adalah menciptakan pengalaman perawatan kulit di masa depan bagi para konsumen kesehatan. Tim Phoenix dianggap mampu memenuhi tantangan tersebut secara lengkap dengan solusi Smart & Easy Band mereka. Dengan demikian, tim Phoenix akan mewakili Indonesia dalam babak final tingkat internasional dan berkompetisi melawan peserta dari 65 negara, di Paris, Perancis pada 22 Mei 2019 mendatang.

“Eczema adalah penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya rasa gatal secara terus-menerus dan timbul ruam kulit yang memerah dan akan semakin memburuk saat malam hari. Ide kami melalui Smart & Easy Band adalah gelang akan menampilkan sinar khusus saat gejala eczema terjadi, sehingga orangtua bisa memantaunya,” kata Albert Sahala, anggota tim Phoenix.

L’Oreal sendiri punya produk perawatan eczema, yaitu La roche posay lipikar. Nah ide tim Phoenix adalah membuat suatu packaging baru berbentuk seperti krayon yang dapat diisi dengan moisturizer (untuk pencegahan) dan lipikar stick AP untuk soothing jika eczema sudah terlanjur muncul.

“Kami sangat bersyukur bisa terpilih menjadi pemenang Brandstorm 2019 tingkat nasional. Kami sangat yakin ini akan menjadi bekal yang penting dalam memasuki dunia kerja profesional nantinya, apalagi memperebutkan kesempatan magang di Station F, sungguh sesuatu yang harus kami perjuangkan,” kata Albert lagi.

Umesh Phadke, Presiden Direktur, PT L’Oréal Indonesia mengatakan tim Phoenix dari ITB menjadi yang paling menyeluruh dan lengkap dalam menjawab tantangan tahun ini, sehingga pantas untuk dipilih dan maju ke tingkat internasional di Perancis. Mereka kesempatan untuk mewujudkan ide inovatifnya di Station F, kampus startup terbesar di dunia sekaligus mitra L’Oréal.

Melalui program yang mendalam selama 3 bulan di sana, para pemenang akan dibimbing oleh para ahli serta menunjukkan kelayakan konsep mereka kepada petinggi L’Oréal dan akan diberi kesempatan untuk menerima hadiah utama, yakni pembuatan prototipe proyek mereka oleh entitas L’Oréal.

Dalam rangka persiapan ke babak final itu, tim Phoenix akan mendapat bimbingan dari L’Oréal Indonesia. “Kami akan memberikan beragam sesi coaching, serta akan mendapat akses modul e-learning dalam platform Brandstorm. Utamanya, sebagai perwakilan Indonesia, mereka akan diberikan bekal bagaimana menyampaikan pesan dan mempresentasikan inovasi yang mereka ciptakan,” kata Restu Widiati, Head of Human Resources L’Oréal Indonesia.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: