Press "Enter" to skip to content
Image by Thiago Binario from Pixabay

Mengenang dan Melestarikan Penerbangan Perintis

Dulu, sebelum ada jalan darat dari Nabire ke Moanemani, semua perjalanan dilakukan menggunakan pesawat terbang kecil. Penerbangan perintis ini sangat membantu mobilitas penumpang, atau distribusi barang.

Dari Enarotali, Moanemani, Mapia atau Modio, pesawat kecil ini memuat hasil pertanian, di antaranya kopi, menuju ke Nabire.

Namun sejak dibukanya akses jalan darat serta sarana transportasi darat semakin lancar, maka lapangan terbang perintis yang selama ini melayani penerbangan pesawat baling-baling, tidak berfungsi lagi. Hal ini terlihat di lapangan terbang Mapia atau Modio.

Lapangan-lapangan terbang tersebut sangat berjasa pada masa lalu. Sehingga kalau boleh dihidupkan kembali serta dilestarikan, tapi dengan tujuan berbeda.

Caranya yaitu dengan memanfaatkan untuk kegiatan lain, yaitu untuk acara budaya atau acara keagamaan yang melibatkan banyak orang. Lapangan-lapangan terbang tersebut tidak boleh dialihfungsikan sebagai pemukiman. Karena dari lapangan terbang perintis ini, merupakan saksi penting awal peradaban modern Paniai, Dogiyai, dan Deyai.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: