Press "Enter" to skip to content

Mitologi Pala di Fakfak Papua

Produk unggulan Fakfak, Papua Barat adalah pala, baik itu biji serta produk hasil olahan buah pala. Pala oleh masyarakat Fakfak disebut henggi.

Para petani pala di Fakfak, sangat menghargai pohon pala. Mereka tidak akan menebang pohon pala sembarangan. Bagi mereka, pohon pala adalah pohon kehidupan. 

Pohon pala sudah dianggap seperti seorang ibu yang memberi makan anak-anaknya. Dengan menebang pohon pala berarti sama saja membunuh ibu sendiri.

Petani pala Fakfak sepenuhnya tergantung pada kebaikan alam. Biasanya bibit pohon pala selesai ditanam, dibiarkan tumbuh secara alami, mereka menyakini alam akan menjaga dan merawat pohon tersebut, petani hanya datang ke kebun ketika musim panen. 

Berdasarkan cerita rakyat Teluk Patipi, mereka percaya yang menanam pala pertama kali di Fakfak adalah lima burung, yakni wamar, tuktukmur, duktubur, wapour, dan cerah. Kelima burung itu yang memakan daging buah pala, yang lantas membuang biji serta menyebarkan ke seluruh wilayah Fakfak, sehingga pohon pala tumbuh di mana-mana.

Tak mengherankan, seusai menanam bibit pala, para petani Teluk Patipi biasanya memanggil burung-burung itu sambil memukul-mukul pohon pala tua di hutan. Harapannya, kesuburan menaungi pohon pala yang baru ditanam.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: