Press "Enter" to skip to content
Auschwitz di Polandia (dok. commons.wikimedia.org/PZK NET

Holocaust, Menolak Lupa Pembantaian Manusia oleh Nazi Jerman

Hari ini menjadi peringatan bagi hari-hari yang kelam, terutama bagi kaum Yahudi, gipsi, kaum homoseksual, yang dibantai oleh Nazi Jerman pada saat Perang Dunia II. Hari ini adalah hari peringatan holocaust internasional. Dilansir dari berbagai sumber, sebetulnya tanggal 27 Januari adalah hari pembebasan kamp maut Auschwitz-Birkenau oleh tentara Uni Soviet pada tahun 1945.

Hari holocaust internasional ini ditetapkan melalui Resolusi Majelis Umum PBB Nomor 60/7 pada 1 November 2005. Resolusi ini ditujukan untuk menghormati para korban Holocaust dan mendorong pendidikan sejarah Holocaust untuk mencegah tindakan genosida (pembasmian) di masa depan. Resolusi itu juga menolak penyangkalan Holocaust dan mengutuk intoleransi beragama, hasutan, penistaan, dan kekerasan terhadap seseorang atau komunitas yang berasal dari suku bangsa atau agama tertentu.

Sebelum 27 Januari, peringatan Holocaust juga diselenggarakan di Jerman sejak Januari 1996 dan di Inggris Raya setiap tanggal 27 Januari sejak tahun 2001.

Sebenarnya apa itu Holocaust dan apa yang terjadi di Auschwitz?

Menurut History.com, kata “Holocaust,” berasal dari bahasa Yunani “holos” (keseluruhan) dan “kaustos” (pembakaran). Kata ini sebetulnya dulu digunakan untuk menggambarkan peristiwa pembakaran kurban di altar. Sejak 1945, kata ini punya arti yang baru dan mengerikan: tindakan persekusi dan pembunuhan massal terhadap kaum Yahudi, gipsi, kaum homoseksual, orang cacat, yang dilakukan oleh Nazi Jerman antara tahun 1933 dan 1945. Sebanyak 6 juta orang Yahudi dan 5 juta lainnya, tewas. Satu juta di antaranya adalah anak-anak.

Holocaust tidak terjadi serta merta. Tindakan persekusi dan anti-semit sudah dimulai berabad-abad lalu di Eropa dan Timur Tengah dan memuncak pada saat Hitler berkuasa. Seperti kebanyakan orang Jerman, dia menyalahkan orang Yahudi atas keterpurukan ekonomi Jerman pada 1918. Hitler yang terobsesi pada superioritas ras Jerman yang disebutnya sebagai kaum Arya. Dia menjadi Kanselir Jerman pada 30 Januari 1933 dan pada 1934 mendeklarasikan dirinya sendiri sebagai “Fuhrer”, pemimpin tertinggi Jerman.

Dua tujuan Hitler adalah pemurnian ras dan perluasan daerah kekuasaan, yang memicu persekusi dan pembantaian orang Yahudi dan kaum minoritas lainnya serta Perang Dunia II. Sejak Juni 1941, eksperimen pembunuhan massal dilakukan kamp konsentrasi di Auschwitz, dekat Krakow. Diawali dengan pembunuhan 500 tentara Soviet dengan gas pestisida Zykon-B.

Sejumlah kamp konsentrasi didirikan Polandia, yaitu kamp Belzec, Chelmno, Sobibor, Treblinka, Majdanek, dan yang terbesar yaitu Auschwitz-Birkenau. Sejak 1942 sampai 1945, orang-orang Yahudi dikirim ke kamp-kamp itu dari seluruh Eropa. Di Auschwitz sendiri, lebih dari 2 juta orang dibunuh maupun mati karena kelaparan dan malnutrisi. Di sini pula muncul Josef Mengele yang melakukan berbagai eksperimen mengerikan sehingga dia dijuluki “Malaikat Kematian”.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: