Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi irisan bawang (Foto: Beverly Buckley/Pixabay)

Mengapa Mengiris Bawang Bikin ‘Nangis’?

Kamu pernah mengiris bawang? Biasanya air matamu bakal mengucur seperti orang menangis. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Biang keladinya adalah apa yang disebut sebagai lachrymatory factor. Ini adalah sejenis bahan kimia yang membuat matamu iritasi.

Ketika bawang masih utuh, sekelompok senyawa yang disebut sistein sulfoksida disimpan terpisah dari enzim yang disebut alliinase. Tetapi ketika kamu mengiris atau menghancurkan bawang, itu akan merusak penghalang yang memisahkan senyawa dan enzim. Keduanya lantas bersatu, memicu reaksi: Alliinase menyebabkan sistein sulfoksida menjadi asam sulfenat.

Asam sulfenat tidak terlalu stabil, sehingga mereka harus berubah menjadi sesuatu yang lain,” kata Josie Silvaroli, seorang doktor farmasi di The Ohio State University dan penulis pertama studi 2017 di jurnal American Chemical Society ACS Chemical Biology tentang bawang dan air mata, seperti dilansir Live Science.

Baca juga: Mengapa Warna Biru Jarang Sekali di Alam

Di bawang, asam sulfenat memiliki dua pilihan. Opsi pertama adalah ia dapat mengembun secara spontan, bereaksi di dalam dirinya sendiri, dan menjadi senyawa organosulfur. Senyawa organosulfur inilah yang memberikan aroma dan rasa yang kuat pada bawang. Reaksi serupa terjadi pada bawang putih, itulah sebabnya bawang putih juga memiliki rasa yang begitu tajam.

Tapi pilihan kedua untuk asam sulfenat adalah unik pada bawang merah dan beberapa jenis allium lainnya, atau genus tanaman berbunga yang menghasilkan sayuran seperti bawang merah, bawang putih, daun bawang dan bawang merah. Enzim lain, yang disebut sintase lachrymatory factor, yang telah bersembunyi di dalam sel mengatur ulang asam sulfenat menjadi apa yang disebut lachrymatory factor tadi.

Lachrymatory factor adalah cairan yang mudah menguap dengan sangat cepat. Begitulah cara uap cairan itu mencapai mata kamu dan mengiritasi saraf sensorik. “Mata kamu mulai berair untuk menghilangkan iritasi,” kata Silvaroli kepada Live Science.

Nah, menurut ilmuwan, kedua pilihan tadi (baik menjadi senyawa organosulfur atau menciptakan lachrymatory factor) sebetulnya adalah mekanisme pertahanan yang dilakukan oleh bawang untuk menghentikan serangga atau parasit yang dapat merusak tanaman bawang.

Ada nggak cara untuk menghindari mata kita mengeluarkan air mata saat mengiris bawang? Ada! Pertama, gunakan pelindung mata seperti kacamata, pelindung wajah, atau contact lens. Kamu juga bisa menggunakan pisau yang sangat tajam untuk mengiris bawang, sehingga lebih sedikit sel yang rusak dan menciptakan lebih sedikit “gas air mata”.

Ada juga upaya secara saintifik untuk menciptakan bawang yang bebas air mata. Tapi dikhawatirkan bawang semacam ini tidak memiliki rasa khas bawang yang enak itu. Jadi, jika ingin rasa bawang yang sejati, berkorbanlah dengan air mata.

Baca juga: Bukan Hitam, Ternyata Inilah Warna Alam Semesta

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: