Press "Enter" to skip to content

Sejuta Manfaat Pohon Kasuari Bagi Suku Dani

Letak Lembah Baliem yang berada pada ketinggian 1650 meter di atas permukaan laut, bersuhu dingin, membuat pohon berukuran besar yang dapat tumbuh di daerah ini, hanyalah pinus dan pohon kasuari. Dari kedua jenis pohon tersebut, pohon kasuari yang dianggap spesial bagi Suku Dani. Mengapa?

Rupanya, kayu pohon kasuari dikenal keras dan panas bara api hasil bakaran kayu ini mampu bertahan lama, sehingga dinilai sangat baik dalam tradisi pembakaran jenazah Suku Dani. Kayu kasuari juga digunakan dalam tradisi memasak bakar batu.

Selain itu, kayu kasuari juga digunakan sebagai kerangka honai, rumah tradisional Suku Dani. Papan kayu ini disusun rapi sebagai pagar pembatas pekarangan maupun kebun.

Daun-daun pohon kasuari digunakan sebagai pupuk kompos. Pohon kasuari di Lembah Baliem banyak ditanam sekitar honai sebagai peneduh atau ditanam di sepanjang tepian Sungai Baliem, berfungsi sebagai penahan tanah dari abrasi sungai.

Batang kayu kasuari juga digunakan sebagai bahan bakar dalam menggoreng sangrai biji kopi Baliem, karena menghasilkan aroma dan rasa khas pada kopi.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram: @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: