Press "Enter" to skip to content

Majulah dan Gembiralah Anak-Anak Indonesia

Hari Anak Nasional diperingati pada hari ini. Selain dirayakan dengan upacara di sekolah-sekolah, hari anak juga diperingati dengan berbagai kegiatan di berbagai tempat di Indonesia.

Google pun ikut merayakan Hari Anak Nasional dengan merilis doodle khusus di laman Google Search pada hari ini. Dalam sejarahnya, hari anak dicetuskan pada 1984 dan diresmikan dengan Keputusan Presiden no. 44 tahun 1984. Presiden Soeharto pada saat itu menilai anak-anak adalah aset kemajuan bangsa.

Pada tahun ini, Hari Anak Nasional diperingati dalam kondisi masih banyak hal yang mesti diperjuangkan agar anak-anak Indonesia lebih maju dan gembira. Agar mereka bisa menikmati hak-haknya dengan sebaik-baiknya.

Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Generasi menyatakan baru-baru ini bahwa minat sekolah di kalangan anak-anak Indonesia semakin menurun. Angka partisipasi kasar (APK) siswa yang bersekolah semakin menurun seiring meningkatnya jenjang pendidikan. Ini pertanda semakin banyak anak yang tidak bersekolah dan tidak mampu meraih jenjang pendidikan lebih tinggi. Data BPS 2018, APK masih jauh dari target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMN) yang berakhir di 2019. Wajib belajar sembilan tahun hingga sekarang masih belum tuntas.

Dari sisi kesehatan, ada penelitian di British Journal of Nutrition pada 2016 yang melaporkan bahwa 8 dari 10 anak Indonesia kekurangan asupan asam lemak esensial seperti omega-3 (EPA dan DHA). Padahal kehadiran lemak dan omega-3 berperan penting bagi tubuh. Dua elemen ini berfungsi sebagai komponen di dalam otak yang menunjang jaringan saraf dan mata, dan membantu proses pembekuan darah.

Sementara itu, dalam kasus HIV, sejak pertama kali dilaporkan pada 1994, temuan kasus HIV/AIDS pada anak di Indonesia terus bertambah. Program pencegahan perlu dipikirkan untuk meredam semakin banyaknya kasus anak terinfeksi HIV. Hingga 2018, pengidap HIV pada anak dan remaja (di bawah 19 tahun) terus bertambah, mencapai 2.881 orang.

Masih banyak hal lain yang memprihatinkan. Di samping, tentu saja, kita tak bisa menutup mata ada banyak juga anak-anak Indonesia yang berprestasi luar biasa. Ini sesuatu yang patut disyukuri.

Pada akhirnya, kita tahu bahwa masih banyak yang harus diperjuangkan untuk kebaikan anak-anak Indonesia.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: