Press "Enter" to skip to content
Kru di SLAC National Accelerator Laboratory sedang mengoperasikan kamera 3.200MP pertama di dunia. (Dok. Greg Stewart/SLAC National Accelerator Laboratory)

Perkenalkan, Ini Kamera 3.200MP untuk Memotret Antariksa

Smartphone kini ada yang sudah resolusi kamera sampai 108MP, begitu juga kamera single lens-reflect digital atau biasa disebut DSLR. Bagaimana kalau ada kamera yang punya resolusi sampai 3.200MP?

Dengan sensor sebesar itu, sudah pasti ukuran kameranya juga jadi besar. Tapi kemampuannya pun hebat. Kamera ini mampu menampilkan sebuah foto raksasa dengan detail yang luar biasa, bahkan bola golf yang berada pada jarak 25km jauhnya pun terlihat dengan jelas.

Kamera digital raksasa ini memang bukan untuk keperluan foto-foto sehari-hari. Ia merupakan inti dari Observatorium Vera C. Rubin yang sedang pada tahap pembangunan. Kamera ini menjalani pengujian perdana di Department of Energy’s (DOE) SLAC National Accelerator Laboratory di California.

Kamera ini telah menghasilkan foto single-shot terbesar yang pernah dijepret. Begitu besarnya, sehingga untuk menampilkan sekeping foto itu dalam ukuran full membutuhkan 374 unit TV beresolusi 4K. Begitu bagus resolusinya sehingga bola golf yang berada pada jarak 25km pun terlihat dengan jelas.

Sebagaimana sensor imaging di kamera smartphone, bidang fokus pada Kamera LSST (Legacy Survey of Space and Time) ini mengubah cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh suatu objek menjadi sinyal listrik yang menghasilkan foto digital. Tetapi inti pencitraan Kamera LSST jauh lebih besar, lebih kompleks, dan lebih mampu daripada produk elektronik konsumen mana pun.

Bidang fokus kamera ini lebarnya lebih dari 0,6 meter dan memiliki 189 sensor individu, atau charge-coupled devices (CCD). CCD dan perangkat yang terkait dengannya ditempatkan di 21 “raft” terpisah, subunit yang tingginya sekitar 60cm, beratnya sekitar 9 kilogram dengan harga masing-masing US$ 3 juta. Raft ini dibangun di Brookhaven National Laboratory milik DOE di New York, kemudian diangkut ke SLAC. Raft dikemas dengan sangat rapat untuk memaksimalkan area pencitraan bidang fokus. Jarak antara CCD di raft hanya kurang dari lebar lima helai rambut manusia dan sensornya pun agak rapuh, mudah retak jika saling bersentuhan.

Kamera tersebut harus siap untuk pengujian akhir pada pertengahan tahun depan kemudian akan dikirim ke Andes, di Chili, di mana Observatorium Vera C. Rubin sedang dibangun. Observatorium, yang sebelumnya dikenal sebagai Large Synoptic Survey Telescope, akan menggunakan cermin selebar 8,4 m dan kamera 3,2 miliar piksel untuk melakukan studi tentang kosmos selama 10 tahun. Kamera ini akan menghasilkan panorama langit selatan setiap beberapa malam, mengumpulkan harta karun astronomi yang akan mencakup citra sekitar 20 miliar galaksi yang berbeda.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: