Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi benda langit (foto: Pixabay)

Langit Indonesia Mendadak Bercahaya, Ternyata Jejak Roket China

Langit di beberapa wilayah Indonesia, dari Lampung sampai NTT, berubah jadi semacam panggung. Ada cahaya memanjang, agak melengkung, bergerak pelan tapi jelas terlihat. Orang-orang langsung angkat ponsel. Video beredar cepat. Ada yang bilang meteor, ada juga yang menduga UFO.

Ternyata bukan keduanya. Penjelasan datang dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurut Thomas Djamaluddin, peneliti astronomi dan astrofisika, cahaya itu adalah jejak roket Smart Dragon-3 (Jielong-3) milik China yang sedang diluncurkan ke orbit.

Roket tersebut lepas landas sekitar pukul 18.32 WIB dari lepas pantai Yangjiang, Guangdong. Jalur terbangnya kebetulan melintas di atas wilayah Indonesia.

Jadi yang terlihat warga sebenarnya bagian dari perjalanan roket menuju luar angkasa. Lalu kenapa terlihat terang padahal sudah malam?

Secara logika, kalau sudah malam, harusnya sulit melihat sesuatu di langit, apalagi detail seperti jejak roket. Tapi di kasus ini, justru terlihat jelas. Penjelasannya ada di atmosfer atas.

Gas buang dari roket yang melaju ke luar angkasa masih terkena sinar matahari. Di ketinggian sana, matahari belum benar-benar tenggelam. Cahaya itu kemudian dipantulkan oleh semburan gas, menciptakan efek visual yang terang dan dramatis dari permukaan Bumi.

Makanya bentuknya terlihat seperti garis panjang, agak melengkung, kadang seperti kabut bercahaya.

Roket Jielong-3 ini termasuk roket berbahan bakar padat, dirancang untuk misi komersial. Dalam peluncuran kali ini, roket membawa satelit internet ke orbit sun-synchronous, jenis orbit yang sering dipakai untuk satelit observasi dan komunikasi.

Ketinggiannya bisa mencapai sekitar 500 kilometer dari permukaan Bumi.

Awal April kemarin, langit Indonesia juga sempat ramai dengan fenomena serupa. Tapi ternyata konteksnya berbeda. Yang sebelumnya itu adalah sampah antariksa, sisa roket lama tipe CZ-3B, yang masuk kembali ke atmosfer dan terbakar.

Perbedaannya cukup jelas. Sampah antariksa pecah, menyebar, seperti hujan serpihan. Adapun peluncuran roket lebih halus, memanjang, seperti garis bercahaya.

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal aneh secara global. Hanya saja, tidak selalu kebetulan terlihat dari Indonesia. Semua tergantung jalur peluncuran dan kondisi langit. Dan yang paling penting, tidak berbahaya. Sebagian besar aktivitas seperti ini terjadi jauh di atas atmosfer yang padat. Yang kita lihat hanyalah efek visualnya saja.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.