Press "Enter" to skip to content

Lagu T. Rex Populer di TikTok, Mengapa Kaki Depan T. Rex Kecil?

Kalau kamu suka mengakses TikTok, pasti pernah mendengar lagu tentang T. rex yang populer. Lagu viral ini berjudul “Dino Song” yang dinyanyikan oleh Mr Palopo feat Raga. Salah satu bagian lirik lagu ini berbunyi: “Badannya besar, Tangannya kecil,…”

Ya, T. rex memang terkenal memiliki badan yang besar, tapi tangannya kecil. Sebetulnya bukan tangan, tapi kaki depan yang berukuran kecil. Walau disebut kaki, T. rex tak menggunakan kaki depan untuk berjalan, melainkan kaki belakang saja. Makanya T. rex disebut juga hewan bipedal atau berjalan dengan dua kaki. Manusia juga disebut bipedal.

Menariknya, mengapa kaki depannya kecil sedangkan kaki belakangnya begitu besar? Apa gunanya kaki sekecil itu dibanding tubuhnya yang besar?

Beginilah Tampang T. rex Sebenarnya, Lupakan yang di Jurassic Park

Kamu tahu, T. rex memiliki nama lengkap Tyrannosaurus rex. Reptil karnivora ini termasuk pemburu ganas dengan gigitan yang sangat kuat. Hewan purba ini berkeliaran di Bumi sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Salah satu tampilan unik T. rex adalah kaki depannya yang kecil. Tapi, T. rex bukan satu-satunya hewan dalam kelompok theropoda yang berkaki depan kecil lho. Banyak sepupunya yang karnivora, juga bipedal. Mengapa theropoda mengembangkan bentuk kaki depan yang kecil begitu?

Sebuah studi yang dipublikasikan tahun lalu di jurnal Acta Paleontologica Polonica, mencoba menjawab pertanyaan ini.

Studi itu menduga bahwa kelompok theropoda penghancur tulang macam T. rex mengembangkan kaki depan yang kecil dalam proses evolusinya adalah supaya mereka tidak akan saling menggigit lengan saat makan.

Lengan Depan Dinosaurus T.rex Jarang Digunakan?

Bukti paleontologis menunjukkan bahwa hewan-hewan ini melahap mangsanya bulat-bulat, jadi mungkin mereka mengembangkan anggota badan kecil untuk menghindari robekan lengan yang tidak disengaja saat kerumunan theropoda berburu bersama.

Tapi itu baru hipotesis. “Ini cerita yang bagus,” kata John Hutchinson, ahli biologi di Royal Veterinary College University of London yang tidak terlibat dalam penelitian ini, seperti dikutip Live Science. “Tapi saya pikir, pada akhirnya, kita tidak benar-benar tahu.”

Hutchinson, yang mempelajari biomekanik gerakan pada hewan darat besar — baik yang hidup maupun yang sudah punah — melihat evolusi kaki depan dinosaurus dengan cara yang berbeda: Dalam evolusi theropoda, “kaki depannya tidak benar-benar menjadi lebih pendek, tetapi kaki belakanglah yang menjadi lebih panjang,” kata dia.

“Saat hewan semakin besar, kaki depan semakin kecil dan kepala semakin besar,” lanjutnya. Tyrannosaurus, khususnya, “mengadaptasi gigitan pembunuh yang menghancurkan tulang ini di kepala mereka, jadi mereka benar-benar mengkhususkan kepala mereka dan kemudian mereka benar-benar mengurangi kaki depan mereka.”

Karena tyrannosaurus dan sepupu theropoda-nya mengembangkan kepala yang lebih besar dan postur bipedal, mereka menggunakan kaki depan lebih sedikit. Mereka mulai menggunakan kepala mereka lebih untuk menangkap dan membunuh mangsa. Akibatnya, kaki depan tidak tumbuh sebanyak bagian tubuh lainnya.

“Seekor hewan hanya bisa mencurahkan begitu banyak volume tubuhnya untuk satu atau lain hal,” kata Hutchinson. “Dia tidak bisa menjadi seperti manusia yang serba bisa. Jadi, Anda memiliki tubuh yang sangat umum, atau Anda seperti T. rex, yang sangat terspesialisasi untuk menjadi pemangsa.”

Lengan depan T. rex terlalu pendek, sehingga tak bisa membantunya berburu dan membunuh. Dinosaurus besar ini menggunakan metode “tusuk-tarik” untuk menjatuhkan mangsa. T. rex akan menggigit “potongan besar” dari mangsanya, merobek ke belakang dengan leher yang kuat. Beginilah cara komodo (Varanus komodoensis) modern berburu. Kaki belakang T. rex yang besar akan membantu menstabilkan tubuh mereka.

Tapi itu pun baru satu hipotesis juga. Masih perlu riset yang lebih mendalam pada fosil T. rex yang benar-benar terawetkan dengan baik, untuk memastikan apa sebenarnya fungsi kaki depan yang kecil itu.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: