Press "Enter" to skip to content

Ketika Matahari Mengalami ‘Solar Minimum’, Apa Dampaknya bagi Bumi?

Matahari dilaporkan memasuki fase ‘solar minimum‘ yang sangat dalam. Diperkirakan akan ada 100 hari pada tahun 2020 di mana sunspot tidak akan terlihat di permukaan Matahari.

Astronomer Dr Tony Phillips mengatakan, apa yang terjadi pada tahun ini telah menjadi kondisi penurunan yang terdalam selama satu abad terakhir.

Sunspot adalah area aktivitas medan magnet di permukaan Matahari. Juga dikenal sebagai badai matahari dan terjadi di area yang gelap. Sunspot ini memainkan peranan besar dalam aktivitas matahari, seperti terjadinya solar flade dan pelepasan massa corona.

Solar minimum‘ terjadi ketika tidak ada sunspot yang terlihat. Tapi jangan panik dulu, ini siklus biasa pada matahari yang terjadi saban 11 tahun sekali.

NASA pertama kali merekam kondisi ini pada musim panas yang lalu dan diperkirakan masih berlanjut. Namun ini tak mempengaruhi kecerahan matahari. Lantas apa dong dampaknya ke Bumi?

Dampak ‘solar minimum‘ bagi Bumi sendiri masih menjadi perdebatan para ahli. Ada yang berpendapat, fenomena itu dapat mempengaruhi cuaca dan menyebabkan gempa Bumi. Tapi yang lain berpendapat, tak ada dampaknya sama sekali.

Dilansir dari UNILAD, beberapa ilmuwan mengaitkan ‘solar minumum‘ dengan penurunan temperatur Bumi, termasuk menyebabkan apa yang disebut ‘zaman es kecil’ yang terjadi pada tahu 1600-an. Sehingga sejumlah ahli khawatir fenomena itu akan terjadi lagi.

Valentina Zharkova, seorang profesor matematika di Northumbria University mengatakan aktivitas matahari akan menurun sampai 60 persen pada 2030 yang bakal sama seperti ‘zaman es kecil’ yang dimulai pada 1645.

Sementara Georg Feulner, peneliti di Potsdam Institute on Climate Change Research mengatakan, penurunan temperatur global akan mencapai 0,1 derajat Celcius paling banyak, bandingkan dengan penurunan tempratur 1,3 derajat Celcius sejak masa pra-industri.

Adapun penelitian pada 2011 bertajuk Influence of Solar Cycles on Earthquakes oleh M. Tavares, mengaitkan siklus matahari dengan gempa Bumi.

Tetapi satu hal yang ditemukan NASA adalah bahwa pada masa ‘solar minimum‘ terjadi peningkatan jumlah galactic cosmic rays yang mencapai lapisan atmosfer Bumi terluar. Galactic cosmic rays adalah partikel berenergi tinggi yang terakselerasi menuju sistem Tata Surya akibat ledakan supernova dan aktivitas lain di galaksi. Ini terjadi akibat pelemahan medan magnetik matahari selama masa ‘solar minimum‘.

Kondisi ini dapat mengancam para astronaut yang berada di ruang angkasa. Sedangkan manusia di Bumi akan terlindungi oleh medan magnetik Bumi yang menjadi tameng kita terhadap galactic cosmic rays tadi.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: