Press "Enter" to skip to content
Image by WikiImages from Pixabay

Membangun ‘Bahtera Nuh’ di Bulan

Zaman dulu, Nuh membuat bahtera untuk menyelamatkan berbagai hewan dari amukan air bah. Zaman sekarang, ilmuwan akan membuat ‘bahtera’ untuk menyimpan DNA dari 6,7 juta spesies makhluk hidup dan menyimpannya di Bulan. 

Dilansir dari Live Science, ‘Lunar ark’ atau bahtera bulan itu akan disembunyikan di terowongan lava yang ada di Bulan. Yang disimpan antara lain sperma, sel telur, dan bibit dari jutaan spesies yang ada di Bumi. 
‘Bahtera’ itu memang tak ubahnya bank gen dari 6,7 juta spesies tumbuhan, hewan, daa fungi. Ia akan diamankan di terowongan atau saluran yang dibentuk oleh aliran lava pada lebih dari 3 miliar tahun yang lalu. Sumber energinya akan berasal dari panel surya di permukaan. Dibutuhkan setidaknya 250 kali peluncuran roket ke Bulan untuk mengirimkan semua informasi gen itu. 

Kenapa harus disimpan di Bulan? Rupanya untuk berjaga-jaga, kalau-kalau terjadi bencana yang maha dahsyat di Bumi. Misalnya letusan supervolcano, perang nuklir. Dengan demikian makhluk hidup di Bumi bisa dipertahankan. Proposal pembuatan bank gen ini disampaikan di IEEE Aerospace Conference baru-baru ini. 

“Ada hubungan yang kuat antara kita dan alam,” tutur pemimpin penulis studi itu,  Jekan Thanga, Kepala Space and Terrestrial Robotic Exploration (SpaceTREx) Laboratory di University of Arizona. “Kita punya tanggung jawab untuk menjaga kelestarian keanekaragaman makhluk hidup.”
Belum semua teknologi yang dibutuhkan bagi proyek ambisius ini sudah tercipta. Tapi para peneliti itu berkata, proyek itu mungkin kok direalisasikan setidaknya dalam 30 tahun ke depan.  

Thanga mengatakan, lingkungan dan peradaban manusia ini sangatlah rapuh. Ada banyak kejadian tragis yang bisa melanda dunia, seperti letusan supervolcano, perang nuklir, pandemi, badai matahari, tubrukan asteroid, atau kekeringan global. 
Tapi konsep bank genetika bukanlah hal baru. Sebelumnya sudah ada Svalbard Global Seed Vault, yang didirikan di Arctic Circle di Norwegia. Di tempat ini disimpan sampel genetika berbagai spesies tumbuhan dari seluruh dunia. Koleksinya bahkan sudah digunakan untuk menghidupkan lagi tumbuhan yanv sudah punah.

Tapi Svalbard ini tetap rentan terhadap bahaya kenaikan permukaan laut atau hantaman asteroid. Maka, penyimpanan informasi genetik di luar Bumi dianggap sebagai solusi terbaik. 
Kenapa terowongan bekas lava? Pertama, Bulan itu benda langit yang terdekat ke Bumi. Hanya 4 hari perjalanan saja. Artinya lebih mudah dan lebih cepat dijangkau ketimbang Mars. Membangun ‘Bahtera’ di orbit juga tak aman karena sifat orbit yang tak stabil. 

Terowongan lava di Bulan itu terbentuk ketika umur Bulan masih sangat muda. Menyimpan ‘bahtera’ gen di sana diyakini akan lebih aman dari serangan meteor, atau radiasi yang merusak DNA. Malahan, terowongan lava ini diyakini sebagai tempat yang aman untuk mendirikan peradaban manusia di Bulan. Setidaknya ada 200 terowongan lava yang cocok untuk penyimpanan genetik itu. 

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: