Press "Enter" to skip to content
Ketua AGSI Provinsi Papua sedang mengambil gambar video untuk vlog Youtube (kredit foto: Balai Arkeologi Papua)

Ketika Guru Sejarah Ikut Ekskavasi Arkeologi

Asosiasi Guru Sejarah Indonesia (AGSI) Provinsi Papua berkunjung ke Situs Khulutiyauw, Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura. Ada empat guru sejarah yang berkunjung ke Situs Khulutiyauw, dipimpin langsung oleh ketua AGSI Papua, Harjuni Serang yang juga guru SMA N 1 Sentani.

Guru-guru yang tergabung dalam AGSI Papua ini menyaksikan langsung proses penelitian Balai Arkeologi Papua di Situs Khulutiyauw. Mereka sangat antusias menyaksikan tinggalan megalitik berupa meja batu, menhir  yang berada di puncak Bukit Khulutiyauw. Guru-guru yang hadir di Situs Khulutiyauw yaitu Harjuni Serang SMAN 1 Sentani, Asis Alim Utami guru SMAN 6 Skouw perbatasan RI –PNG, Yuliana Napo guru SMAN 1 Nimboran, dan  Safaruddin guru SMAN 1 Sentani.

Walaupun dalam kondisi panas terik matahari, selama di Situs Khulutiyauw, para guru mengambil gambar video untuk dibuat vlog. Kegiatan Ekskavasi ini juga terkait dengan materi pelajaran sejarah Indonesia di kelas X semester ganjil pada materi Pra Aksara.

Para guru yang tergabung dalam AGSI Papua ini juga ikut merasakan menggali tanah di kotak ekskavasi menggunakan trowel. Bagi mereka, ikut ekskavasi merupakan kegiatan yang pertama kali mereka lakukan, selama ini mereka hanya berkunjung ke tempat-tempat bersejarah yang sudah jadi destinasi wisata, sedangkan mengunjungi situs arkeologi yang baru ditemukan, baru kali ini mereka lakukan.

Harjuni Serang, ketua AGSI Provinsi Papua mengatakan: “Kegiatan Ekskavasi Balai Arkeologi Papua yang melibatkan AGSI Papua sangat bermanfaat. Selama ini guru-guru sejarah hanya bisa mengetahui cara melakukan ekskavasi melalui membaca buku-buku sejarah atau hanya menonton melalui video. Akan tetapi kegiatan Balai Arkeologi Papua yang menggandeng AGSI Papua dalam kegiatan Ekskavasi kali ini dapat memberikan wawasan mengenai cara-cara melakukan ekskavasi. Melalui kegiatan ini kita akhirnya mengetahui ternyata Sentani terdapat banyak tempat yang masih bisa dilakukan eksplorasi situs pra aksara serta ekskavasi terkait peninggalan arkeologi. Kami mewakili AGSI Papua memberikan apresiasi kepada Balai Arkeologi Papua sekaligus mengucapkan terima kasih telah dilibatkan dalam kegiatan ini. Sungguh menjadi sesuatu yang luar bisa.”

Situs Khulutiyauw merupakan situs peninggalan prasejarah atau disebut juga pra aksara. Pada masa ini manusia sudah tinggal menetap dalam sebuah pemukiman.

Penulis: Hari Suroto (arkeolog, tinggal di Jayapura) Bisa dihubungi di Instagram @surotohari

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: