Press "Enter" to skip to content
OMRON-HEM-7361T

Riwayat Pengukur Tekanan Darah, Kini Sudah Terjual 300 Juta Unit

Dirilis pertama kali pada 1973, kini alat pengukur tekanan darah secara mandiri di rumah buatan Omron sudah terjual 300 juta unit dan tersebar di 110 negara.

Pada era 70an, pengukuran tekanan darah masih dianggap sebagai prosedur medis yang hanya dilakukan oleh dokter dan perawat. Saat itulah monitor tekanan darah/tensi elektronik OMRON yang pertama diluncurkan. 

Tapi memang bukan langkah mudah mengubah pandangan umum. Sejak peluncuran perangkat pertamanya, OMRON membutuhkan 36 tahun untuk mencapai penjualan global kumulatif sebesar 100 juta unit pada tahun 2009. 

Keadaan mulai berubah pada tahun 2010an. Rupanya orang semakin sadar akan keharusan untuk menjaga kesehatan mereka. Dan di saat yang sama, jumlah pasien dengan penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup secara dramatis meningkat dalam skala global. 

Di sekitar waktu yang sama, panduan untuk perawatan hipertensi di rumah secara resmi ditetapkan oleh masyarakat medis terkemuka, dan pola perilaku yang baru – memonitor tekanan darah di rumah – jadi semakin populer. 

Dampaknya, hanya dibutuhkan waktu 7 tahun untuk memasarkan 100 juta unit selanjutnya. Sejak saat itu, OMRON telah memperluas pasar di dunia secara konsisten, mengakomodasi permintaan yang meningkat akan monitor tekanan darah, tidak hanya di Amerika, China dan Eropa, tapi juga di negara berkembang seperti Indonesia, Filipina, India dan Brasil, dan hanya butuh 5 tahun untuk mencapai penjualan 300 juta unit di tahun ini. 

Hipertensi adalah salah satu dari lima besar penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), hampir sepertiga populasi di Indonesia menderita hipertensi, mencapai angka 63 juta atau 34,1 persen dari populasi tahun 2018, naik dari 25,8 persen tahun 2013.

“Kesuksesan kami juga dibarengi dengan berbagai tantangan. Dengan keyakinan bahwa mengukur tensi di rumah adalah salah satu cara terbaik untuk memberikan kontribusi bagi warga Indonesia, kami berjuang untuk meningkatkan kesadaran untuk mengukur tensi dirumah, dan dengan kurangnya pengetahuan serta wawasan mengenai cara mengukur tekanan darah di rumah dengan akurat. Salah satu upaya kami dalam hal ini adalah bermitra dengan organisasi lokal dan lembaga untuk membangun kesadaran mengenai bahaya hipertensi melalui pengecekan tensi, edukasi mengenai tensi serta workshop/seminar,” ucap Tomoaki Watanabe, Director, OMRON Healthcare Indonesia.

Sebagai contoh, di Indonesia OMRON sudah bekerja sama dengan YJI (Yayasan Jantung Indonesia) untuk mengedukasi warga mengenai cara mencegah hipertensi dan penyakit jantung dengan mengubah gaya hidup dan mengecek tekanan darah secara teratur. OMRON juga bekerja sama dengan InaSH untuk mendukung kampanye edukasi hipertensi, termasuk kampanye tahunan May Measurement serta kampanye pengecekan tensi lainnya. Dimulai di tahun 2012 dengan mendirikan PT OMRON Healthcare Indonesia dan membuka pusat layanan pelanggan, kini OMRON sudah menjadi pemimpin pasar di Indonesia berdasarkan penjualan monitor tekanan darah. 

Diperkirakan 1 miliar orang dewasa di dunia menderita hipertensi, dan jumlah orang yang memiliki penyakit serebro-kardiovaskular yang disebabkan hipertensi mencapai 17.5 juta orang. Penyakit serebro-kardiovaskular adalah penyebab utama kematian di dunia, dan bahkan saat pasien bisa bertahan setelah terkena serangan penyakit, masih ada risiko besar bagi pasien untuk terbaring di tempat tidur atau timbulnya efek samping serius. Tidak hanya pasien tapi juga keluarga mereka bisa terdampak secara mental dan finansial, dan level kualitas hidup yang berhubungan dengan kesehatan (health-related quality of life/QOL) jadi terancam.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: