Press "Enter" to skip to content
NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Carnegie Institution of Washington - NASA/JPL.

Bukan Venus, Tapi Merkurius Planet yang Terdekat ke Bumi

Kalau kamu ditanya, planet apa yang terdekat ke Bumi? Pasti jawabannya adalah Venus, sebab kalau dari Matahari, jelas lebih dahulu Merkurius, Venus, kemudian Bumi. Tapi tahukah kamu, planet yang terdekat ke Bumi ternyata adalah Merkurius. Lho kok bisa?

Walaupun Venus adalah planet terdekat ke Bumi saat ia menyapu orbitnya, Merkurius tetaplah menjadi planet terdekat ke Bumi, menurut commentary yang diterbitkan pada Selasa (12/3) di majalah Physic Today dan dilansir kembali oleh Live Science. 

“Dengan beberapa fenomena kecerobohan, ambiguitas, atau pendapat umum, sains yang populer telah menyebarluaskan informasi berdasarkan pada asumsi yang salah tentang jarak rata-rata antar planet,” kata Tom Stockman, mahasiswa doktoral di Universitas Alabama; Gabriel Monroe, seorang insinyur mekanik di Pusat Penelitian dan Pengembangan Insinyur Angkatan Darat A.S; dan Samuel Cordner, seorang insinyur mekanik di NASA.

Ketika orang menghitung jarak antara dua planet, mereka biasanya mengurangi jarak rata-rata dua planet dari matahari. Tapi ada satu hal: Itu hanya menghitung jarak antara dua planet ketika mereka paling dekat satu sama lain. Soalnya, terkadang, Venus itu berada di sisi berlawanan dari Matahari karena kedua planet bergerak dengan kecepatan yang berbeda.

Dalam komentarnya, para peneliti menemukan teknik matematika baru, yang disebut metode titik-lingkaran, untuk mengukur jarak antar planet. Metode ini mengukur rata-rata jarak antara banyak titik di orbit masing-masing planet, sehingga membutuhkan cukup banyak waktu untuk menghitungnya.

Ketika diukur dengan cara itu, Merkurius hampir selalu memiliki jarak paling dekat dengan Bumi. Bukan hanya itu, Merkurius juga planet terdekat dengan Saturnus, dan Neptunus, dan semua planet lainnya. Para peneliti memeriksa temuan mereka dengan memetakan di mana planet berada di orbitnya setiap 24 jam selama 10.000 tahun.

One Comment

  1. Denis Desmanto Oktober 9, 2019

    Mengejutkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mission News Theme by Compete Themes.
%d blogger menyukai ini: