Press "Enter" to skip to content
Ilustrasi langit penuh bintang (Foto: Free-Photos/Pixabay)

Berwisata Astronomi di Kawasan Kawah Putih Bandung

Kawasan wisata Kawah Putih di Bandung, ternyata menyimpan potensi wisata sekaligus belajar mengenai benda-benda dan fenomena langit. Di kawasan ini langit malam justru menjadi bagian dari pengalaman wisata sekaligus ruang untuk belajar tentang antariksa.

Baru-baru ini Pusat Riset Antariksa (PRA) BRIN mengadakan acara Astrowisata “The Journey of the Sun” 2026 di kawasan wisata tersebut. Dalam acara tersebut, peserta diajak mengenal langit malam dari perspektif ilmu pengetahuan sekaligus melihat peluang pengembangannya sebagai alternatif wisata berbasis astronomi.

Kepala Pusat Riset Antariksa BRIN Emmanuel Sungging Mumpuni menyampaikan, hasil riset yang dilakukan akan memberikan dampak dan kontribusi bagi para pemangku kepentingan. Dalam mengembangkan pembangunan kawasan berkelanjutan ke depannya.

“Pada kesempatan ini kami memberikan pemahaman terkait riset-riset yang bisa kami kontribusikan dari PRA BRIN untuk pengembangan kawasan. Sehingga riset-riset yang kami lakukan bisa berdampak pada pihak-pihak pemangku kebijakan, utamanya dengan adanya harapan bahwa daerah ini dapat dibangun menjadi suatu kawasan yang berpotensi untuk pembangunan berkelanjutan,” ucap Sungging, dalam keterangan BRIN.

Sungging berharap kerja sama riset ini tidak hanya berhenti pada paper, tetapi juga menghasilkan riset yang dapat dimanfaatkan oleh semua pihak dan berguna bagi pembangunan, terutama di Kabupaten Bandung.

Ketua Peneliti sekaligus Penanggung Jawab Kegiatan Astrowisata dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Yayasan Pariwisata Indonesia (STIEPAR YAPARI), Annisa Lazuardina menyampaikan, pada penyelenggaraan kegiatan Astrowisata dibutuhkan sisi keilmuan dari para peneliti PRA-BRIN.

Bukan saja menikmati wisata langit gelapnya, bukan saja astrofotografi, tetapi ada edukasi sains dalam memahami rasi bintang, tata surya, dan pentingnya menjaga wilayah dari polusi cahaya.

“Tentu saja kita memerlukan ahlinya yang bisa menjelaskan. Diharapkan astrowisata ini lebih bernilai dan memberi kenangan lebih besar lagi pada wisatawan,” katanya.

Dirinya berharap hadirnya peneliti BRIN pada kegiatan ini akan memberikan pengalaman yang lebih dalam bagi para peserta untuk memahami wisata astronomi terutama anak-anak.

Acara tersebut diikuti oleh peserta dari komunitas fotografer, akademisi, dan masyarakat. Selain mendapat pembekalan materi pengetahuan keantariksaan dari PRA-BRIN, dilakukan juga pengamatan riset bersama antara tim peneliti BRIN, Universitas Padjadjaran, dan STIEPAR Yapari Bandung.

Sungging menyampaikan, Gerhana Puannandra Putri dan Peneliti PRA BRIN, turun untuk mengambil beberapa data dasar. Selain itu juga melakukan pengamatan dengan teleskop.

“Data-data yang diperoleh akan menjadi semacam ukuran dasar atau baseline dari pengukuran kuantitatif yang diharapkan bisa dikontribusikan ke depannya. Artinya, pengamatan tidak hanya dilakukan sekali ini saja untuk memperoleh hasil yang terukur dari lokasi yang sedang diteliti,” pungkasnya.

Be First to Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

situs slot gacor

Mission News Theme by Compete Themes.
RPHOKI AGENHOKI CHUTOGEL agenhoki agenhoki.com Sbobet88